menjadi food travel blogger indonesia sharon loh

Pengalaman 5 Tahun Menjadi Food & Travel Blogger

Enak ya jadi blogger sekarang, bisa jalan-jalan terus“. Kira-kira begitu lah kalimat yang paling sering aku dengar setiap ketemu orang, baik keluarga maupun teman.

Yes, I’m super grateful for my life. Karena aku emang hobi foto dan menulis, blogging adalah salah satu pilihan karir terbaikku. Aku bisa kerja kapan pun aku mau, walau ada deadline juga sih. Aku ga perlu bolak balik ke kantor. Aku bisa kerja dari kamar atau dari cafe. I can’t deny, I love my job.

Tapi banyak juga yang nggak tau susahnya gimana. Yang dilihat kan cuma enak-enaknya aja. Foto di pantai, makan makanan enak di suatu kota, nyantai-nyantai di rumah. Susahnya ga keliatan di social media.

cara menjadi travel blogger
Kings Canyon, Australia – 2017

Walaupun banyak senangnya, tapi ada juga loh susahnya. Sama seperti pekerjaan2 lainnya. Ada plus minus. Kalau susahnya blogging bagiku itu ketika akuΒ nggak punya ide nulis, atau ketika harus effort lebih untuk foto, edit foto, edit video, dll. Belum lagi beli kamera dll yang nggak murah.

Tapi, yang paling susah ituΒ building trust and connection on social media so that people want to actually read your blog and trust your recommendations. It’s like, the hardest part. That’s why some bloggers won’t just take random endorsement. Apalagi minta bantu repost dengan foto yang bukan foto kita sendiri dengan product yang belom pernah kita coba. It will ruin their years of hardwork. Blogging / Instagram-ing itu bukan cuma sekedar foto-foto bentar terus di upload. It’s way more complex than that because that blog and Instagram are their portfolio.Β 

Nah, kali ini aku mau sharing tentang perjalanan blogging aku dari awal sampai bisa seperti sekarang. Di akhir artikel, ada sedikit tips untuk teman-teman yang juga sedang memulai karir blogging-nya.

Kalo kalian penasaran, keep on reading! πŸ™‚

cara menjadi travel blogger
Tokyo, Japan – 2014

Awal Mula Blogging

2009

Pertama kali banget aku mulai ngeblog itu pas SMA, tahun 2009 kalau nggak salah. Isi blog aku saat itu super random! Ada foto-foto di sekolah, ada catatan kejadian lucu saat jam istirahat, ada juga curhatan tentang ujian di sekolah. Pokoknya random sampe bikin aku ngakak kalo aku baca lagi sekarang, hihi.

Blog jaman SMA itu akhirnya terbengkalai saat aku mulai kuliah tahun 2010.

2010

Nah, saat kuliah, aku sering jalan-jalan di Bandung, cobain makanan2 enak disana. Dan aku selalu foto makanan-makanan itu. Karena menarik aja. Waktu itu belum ada Instagram. Jadi aku cuma foto dan simpan aja di laptop. Paling juga kalo mau upload, upload nya di Facebook.

2012

Tahun 2012, aku diajak keluarga Fred untuk jalan-jalan ke Beijing & Xia Men di China.

sharon loh travel blogger
Beijing, China – 2012

Pulang dari sana, aku mulai mikir, “Hmm, asik juga kali ya bikin blog lagi. Aku bisa nulis tentang makanan2 yang aku makan di Bandung dan juga tentang pengalaman aku ke China kemarin”. Dan saat itu lah aku bikin blog ini, http://www.sharontravelogue.com. Namanya juga asal milih karena nggak punya ide lagi harus kasih nama apa. Dan aku juga ga nyangka kalau aku bakal bertahan lama nulis disini dan membesarkan blog ini.

cara jadi travel blogger food blogger
Beijing, China – 2012

2013 – Tertarik Dengan Traveling

Tahun 2013, aku dan Fred berkesempatan untuk magang selama 2 bulan di Bali. Itu juga masa-masa dimana aku rajin menulis di blog. Maklum, banyak banget yang bisa di-explore di Bali!

Aku dan FredΒ road tripΒ dari Jambi ke Bali, supaya di Bali ada kendaraan yang bisa kami pakai. Selain itu, pingin coba-coba ajaΒ road tripΒ di Jawa. Ternyata capek bok.

PulangnyaΒ setelah selesai magang, kami road trip lagi bersama Cindy, adik Fred. Kami mampir ke Bromo, Batu, dan banyak kota-kota lain di Jawa.

bromo travel blog
Bromo – 2013

Itulah saat aku mulai tertarik dengan traveling. Karena Bromo itu cantiiiik banget! Dan Batu itu unexpected banget! Aku kira, Jatim Park itu another dodgy theme park. Ternyata nggak, malah bagus banget di luar ekspektasi! Aku jadi makin ingin explore tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.

Mulai Nulis Tentang Makanan & Perjalanan

Di blog ini, aku mulai fokus menulis tentang makanan dan perjalanan. Nggak ada tulisan random lagi seperti blog jaman SMA. Ternyata, banyak respons positif baik dari teman kuliah maupun orang asing! Aku semakin semangat untuk menulis. *the power of positive people*

bandung blogger
Bandung – 2017

Karena aku lebih sering coba makanan2 baru di Bandung dibanding jalan-jalan saat itu, mayoritas tulisan aku itu tentang makanan yang ada di Bandung. Aku mulai diundang oleh cafe / resto di Bandung untuk mencoba makanannya dan menulis tentang restoran itu di blog. Saat itu aku mulai mikir : “Wah asik juga ya blogging, jangan2 bisa nih kerja jadi blogger kalo pembacanya udah banyak!

Tapi pastinya aku belum kebayang gimana caranyaΒ earn money from blogging.Β Cuma mimpi-mimpi aja dulu πŸ™‚

Kenal Dengan Food Blogger Bandung

Pertengahan tahun 2014, aku mulai kenal dengan teman-teman food blogger di Bandung.

food blogger bandung foodies

Semakin banyak cafe / resto yang mengundang kami dan semakin sering aku menulis tentang makanan. Sampai-sampai aku mengubah nama Instagram ku menjadi @foodialogueΒ karena teman-teman lain pada pake username yang bukan namanya sendiri. Jadi aku seperti minder, I guess? Atau identity crisis, jadi aku ikut-ikutan aja ganti username. (Hiiiiks, I wish I didn’t do that).

Pindah Dari Bandung : ke Jakarta dan Jambi

Pertengahan tahun 2015, aku pindah ke Jakarta karena kerja kantoran. Singkat cerita (kalo mau baca yang versi panjang disini saja), akhirnya aku pindah ke Jambi dan tidak pernah menulis tentang makanan lagi.

Aku mulai disibukkan dengan pesanan cake. Seperti yang kalian tau, aku merintis usaha custom cake di Jambi, @bakemorecakes. Dan di saat itu pula aku jarang update blog maupun Instagram aku. Kira-kira selama 2 tahun lamanya blog dan Instagram aku terbengkalai.

bake more cakes jambi sharon loh
My latest creation. Pretty right?

The Turning Point

Setelah menikah February 2017 yang lalu, aku memutuskan untukΒ breakΒ dari dunia cake. Aku nggak terima orderan cake dulu sampai jangka waktu yang sebenarnya aku juga belum tau.

Karena nggak disibukkan dengan kerjaan, akhirnya aku mulai lagi deh nulis. Apalagi kemarin aku dan Fred sempet honeymoon dulu. Jadi mulai ada bahan tulisan dan foto Instagram lagi.

cara menjadi travel blogger indonesia

And this is when I started to gain more readers and engage with more people in social media.Β Aku juga ganti username Instagram aku menjadi @sharonlohh, I feel more like myself now.

Lesson learned: content is the key. Karena mau sebanyak apa juga followers kamu, kalo kamu ga bikin content apa-apa (in my case, cerita di blog & foto di Instagram), lama kelamaan orang juga bakal bosen dan ngelupain kamu – karena bloggers yang talented & hard working di luar sana banyak!

Semenjak nikah, aku jadi sering banget update blog – bisa kalian lihat sendiri πŸ˜‰

Tahun ini aku jalan-jalan ke Chiang Mai, Bangkok, Maluku,Β roadtrip diΒ Jawa, dan juga Australia.

And I’m starting to earn money through some collaborations, either on my blog or my Instagram. Walaupun belum banyak2 banget, yang jelas sekarang aku jadi lebih percaya diri dan yakin kalau aku memilih jalan yang benar.

BEHIND THE SCENE – The Ugly Part

Ini nih yang menarik untuk diceritakan. Karena behind the scene itu nggak seindah yang kalian baca di blog atau lihat di Instagram.

The Struggle

Aku sendiri butuh bertahun-tahun latihan foto dan nulis, sampai bisa nulis selancar sekarang. Dulu? Boro-boro. Satu artikel aja lama banget nulisnya. Kaku pula. Foto pun begitu. Makin sering foto, makin tau angle dan komposisi yang aku suka itu seperti apa sih. Makin sering edit foto, makin tau tone yang aku suka yang seperti apa sih. Jadi semakin jeli aja. Nah, semua struggle ini nggak keliatan kan di social media? Karena yang kelihatan cuma hasil akhirnya aja, jadi keliatan gampang cuma jeprat-jeprit ketik sana ketik sini bentar, beres. Nope.

Pinjem Kamera Temen, Terus Rusak (Like, WTF?!)

Ini juga pernah! Aku ceritanya ke Bali dan diundang lunch di suatu hotel mewah. Saat itu aku belum punya kamera, jadi aku bersyukur banget waktu salah satu temenku pinjemin kameranya ke aku. Eh pas disana, satu hari sebelum acara lunch, kameranya rusak! Shutter-nya nggak berfungsi. Aku stress dan merasa bersalah banget. Untungnya temenku bukan tipe yang marah-marah. Dia cukup ngerti. Akhirnya aku bawa ke service center setelah pulang ke Bandung. Sejak saat itu aku ogah minjem minjem kamera lagi. Kapok! Hehe.

Feel Not Good Enough

Dulu, aku sering banget membanding-bandingkan diri ku dengan blogger-blogger lain yang lebih sukses. Sempet bikin down, krisis identitas, sampai pernah aku mau hapus blog ini. Makanya dulu aku sempet bikin fredricsharon.com (yang ujung-ujungnya ga pernah diapa2in, hehe). Itu karena aku mau pindah blog ke sana dan start fresh. Itu semua karena aku stress setelah banding-bandingin diriku dengan orang lain. UNTUNG AJA NGGAK DIHAPUS YA! Kalo nggak, aku bisa marah sama diriku sendiri kali.

Stress Pemasukan Ga Stabil

Ini juga yang terberat. Kalau kerja kantoran kan stabil tuh gajinya. Aku waktu kerja kantoran ga terlalu pusing keuangan karena aku punya ekspektasi tiap bulan akan dapat duit berapa. Tapi sekarang, semua unpredictable. Tergantung aku mau berusaha seberapa besar.

Komentar Negatif

Di social media itu belum tentu semua orang bakal suka apa yang kamu sharing. Kamu bisa banget di nyinyirin, dikomentarin negatif, dll. Banyak loh orang-orang yang terpukul karena ini. Untungnya, pembaca blog aku baik-baik BANGET semua huhuhu, jadi belom pernah stress karena komentar negatif. Thank you, you guys!!! ❀

Huft, banyak deh ugly parts nya kalau mau diceritain. Makanya jangan suka iri dengan orang-orang di social media. Foto orang-orang yang lebih bagus itu bukan berarti hidup mereka lebih enak kok daripada hidup mu πŸ™‚ You only live once so make the most out of it by being THE BEST you can be.

sharon loh

* * *

Oke sekarang lanjut ke Q&A ya! Q&A ini sebagian aku kumpulin dari pertanyaan2 di Instagram Story aku, ada juga yang aku karang-karang sendiri HAHAHAHA *maafkan ya*

Q & A

Kenapa kok kepikiran bikin blog, kenapa nggak jadi vlogger aja?
Ini beneran ada yang nanya begini.Β 

Karena aku suka nulis. Dan aku canggung banget di depan kamera. Sekarang sih aku mulai latihan bikin vlog singkat. Baru ada beberapa sih di Youtube Channel aku. Hopefully, aku makin terbiasa di depan kamera jadi vlog nya akan semakin menarik! πŸ™‚

Cara jadi blogger gimana?

Ini yang paling membingungkan. Ya bikin blog, terus nulis. Kalo nggak mau repot (seperti aku), bikin blog nya di WordPress atau Blogspot aja. Kalau aku sendiri pake WordPress, nggak tau kenapa kalau dibandingin dengan blogspot, si WordPress terasa lebih sophisticated aja. Dan user experience-nya lebih enak.

Gimana cara balancing antaraΒ taking endorsementΒ andΒ staying true to self-aesthetic & preference?

Jujur, sebenarnya aku masih jarang banget sih dapat endorsement. Tapi kalaupun ada, pasti nggak semuanya diambil kan. Kalau produknya nggak sesuai dengan aku sendiri, ya ditolak aja. Karena menurut aku, kepercayaan readers itu mahal. Jadi sayang banget kalo kita kehilangan kepercayaanΒ readersΒ hanya karena maruk ngambil semua kesempatan endorsement.

Apa aja etika yang Sharon pegang dalam blogging?

Salah satu etika yang selalu aku pegang, jangan menjelek2an orang lain. Misal nih, aku pergi makan di restoran A, terus aku nggak suka banget. Yaudah daripada menjelek2an di social media atau di blog, mending nggak usah nulis sama sekali. Karena selera itu kan subjektif yah. Yang menurut kita jelek, bukan berarti jelek juga menurut orang lain. Jadi daripada kita ngomong jelek di social media, orang lain yang belum coba akan keburu berpikiran negatif terhadap tempat itu. Padahal mungkin aja dia bakal suka kan πŸ™‚

Etika lain tentang endorsement, ada yang nanya, perlu nggak sih dikasih tau ke pembaca kalau itu tuh endorsement? Hmm, menurut aku sama aja sih ngasih tau atau nggak. Karena walaupun endorsement, tapi yang aku tulis itu apa adanya. Nggak sugar coating lah istilahnya. Kadang ya pernah juga dapat endorsement yang nggak sesuai ekspektasi. Tapi nggak enak dengan pemilik bisnisnya kan, nggak etis kalo ngejelek-jelekin. Jadi sebisa mungkin aku sebutin aja apa kelebihannya. Intinya, fokus ke hal positif dibanding hal negatif.

Punya jadwal untuk tulis blog?
Misal : Kapan selesai draft, kapan posting. Tema nya apa?

Ngak! Hehehe.Β Karena aku masih mood-mood-an kalau nulis. Ide pun datangnya suka tiba-tiba. Kalo lagi lancar ide, nulis nya cepet. Kalo nggak, mampet disitu aja. Tapi ada juga tulisan-tulisan yang emang berkolaborasi dengan pihak lain, yang jadwalnya sudah ditentukan. Tapi kalau jadwal pribadi sih, nggak ada. Btw, actually this leads to another question.

How to get good mood for writing?

Ini nih hal tersusah dalam menulis. Nunggu good mood nya itu loh. Mood aku untuk nulis itu ada kalau ingatan tentang hal yang ingin ku tulis masih segar. Misal, baru pulang dari kota A, pasti dong ingatan tentang kota A masih jelas banget. Nah, saat itulah aku berusaha nulis supaya mood nya masih ada. Kalau udah kelamaan, biasanya suka males.

Kadang, kalau lagi nggak mood tapi harus nulis karena deadline, aku bakal bengong-bengong dulu denger lagu, baca buku, baca-baca blog orang. Baca blog orang itu ngebantu banget! Kadang aku suka dapet ide harus apa selanjutnya setelah baca2 blog orang πŸ˜‰

Untuk Food Blogger, gimana caranya supaya orang mau baca? Apakah fotonya harus bikin nafsu makan atau ada poin penting lainnya?

Hmm, sepertinya kamu bertanya ke orang yang salah, karena aku sendiri mood-mood-an nulis tentang makanan hehehe. Tapi kalo menurut aku sih, gaya blogging / gaya foto seperti apapun, pasti ada pangsa pasarnya masing-masing. Ya seperti kopi 5ribu, kopi 20ribu, dan kopi 50ribu tetep ada peminat nya masing-masing kan? Sama juga dengan blogging. Pilih aja gaya nulis apa yang kamu suka, gaya foto apa yang kamu suka? Karena kalo kamu ngikutin gaya yang kamu suka, kamu akan lebih betah dan konsisten dalam menulis.

Terus, jangan malu untuk sharing hasil tulisan kamu ke social media, ke keluarga dan teman-teman. Itu yang sering aku lakukan dulu waktu awal-awal memulai menulis πŸ™‚

Ada tips ga untuk blogger pemula?
*ini pertanyaan yang aku karang-karang sendiri hahaha*

First of all, aku nggak nge-claim diri sebagai expert. Tapi ada punya beberapa tips yang menurut aku penting dan bisa bikin semangat untuk menulis.

Sebenarnya prinsip aku dari dulu, just create and create and create. Write and write and write. Build trust, create contents that people love, engage with your followers. And as cliche as it might sound, duit bakal datang di saat kamu siap.

Kalo dari pengalaman aku sendiri, dari mulai blogging di blog ini tahun 2012 sampai sekarang, aku baru mulai bisa sustain itu ya baru-baru ini, setelah aku mulai fokus dan konsisten dalam menulis. Fokus menulis apa yang kamu suka, sharing apa yang menurut kamu layang untuk dibagikan. Dan kalau kamu trust worthy dan pembacamu punya respons positif terhadap karya kamu, eventually akan ada company yang contact kamu untuk review / cobain product nya. That’s the point where you can start earn money.

But remember, jangan karena kamu dibayar, kamu nulis review yang bohong. It’s a big no. Karena kepercayaan readers itu mahal. Always be true to yourself. Dan yang terpenting, harus sabar dan konsisten. In my case, udah 5 tahun blogging, tapi baru akhir-akhir ini aku bisa konsisten dan bener-bener tau gaya nulis yang aku suka.

sharon loh travel blogger indonesia
Taken by @astarianadya

* * *

I hope this article helps!!!Β 

Yang masih bingung passionnya apa, semoga cepet ketemu yah hobby nya! Coba lakukan banyak hal sampe kamu ketemu satu yang nggak pingin kamu lepas.

Yang pingin jadi blogger juga, mulai deh bikin blog dan tulis APAPUN. Jangan malu! Karena kalau tahun 2009 dulu aku nggak nulis tentang kejadian aneh di SMA, mungkin aku nggak akan pernah start blogging. (Walaupun kalau dibaca sekarang, emang bikin malu sih hihi). BecauseΒ sometimes,Β aΒ little bit of courage is all you need.

travel blogger indonesia sharon loh
Taken by @satyawinnie

Love,Β 

Sharon Loh

 

Iklan

50 pemikiran pada “Pengalaman 5 Tahun Menjadi Food & Travel Blogger

  1. It’s wonderful that you’ve managed to make a career out of blogging! Sometimes it is really the first step that matters. Hope you’ll have more success in your future endeavours. Onwards and forwards! πŸ™‚

  2. salam kenal mbak, sungkem dulu
    keren mbak, aku beberapa kali jadi silent readernya tulisan mbak, asyik2
    aku sepakat sama content is the key.
    karena ngeblog itu seni sih menurutku

    1. Salam kenal Ikrom 😊 Wah makasih. Iya bener, nulis itu seni banget ya. Jadi ga ada yang bener, ga ada yang salah. Tergantung gimana kita mengekspresikan apa yg kita pikir / rasakan ke tulisan itu sendiri πŸ˜„

  3. Terima kasih banyak tulisannya mbak. Panjang…dan ajaib saya baca semua. Biasanya baca skip2 aja
    😁

    Motivasi nih. Moga saya bisa ikut fokus juga. Blog masih baru bangun, tema juga gado2. Semua masuk
    πŸ˜‚

    1. Terima kasih banyak juga udah dibaca, walaupun panjanggg 😍

      Hihihi. Kebetulan karena sukanya nulis travel and food, jd fokus kesana. Tp skrg malah jd campur2 tulisan curcol yang semacam ini 😝😝

  4. Terima kasih banyak tulisannya mbak. Panjang…dan ajaib saya baca semua. Biasanya baca skip2 aja
    😁

    Motivasi nih. Moga saya bisa ikut fokus juga. Blog masih baru bangun, tema juga gado2. Semua masuk
    πŸ˜‚

  5. Ketemu sharon pas di Udayana, finalis cewe sendiri, itupun gw semster awal, dia udah mau wisuda aja kwkwk… kesan perama yang gw liat orangnya ceria si, gw suka nulis sebenernya, tp gw kadang ga pede, masa cowo sukanya nulis blog kaya ga “macho” amat kwkwk menurut mbak sharon gmn?haha.. #mintapendapat

  6. Halo Sharon, salam kenal. Kurang lebih perjalanan ngeblog kita hampir sama nih. Dari mulai, kuliah, kerja, sampai menikah.

    Dan sekarang aku juga memutuskan untuk jadi full time blogger agar bisa kejar passion sekaligus lebih dekat dengan keluarga.

    Good luck for your journey yaaa πŸ™‚

    1. Halo Lia, salam kenal πŸ™‚

      Wah iya sama dong perjalanan blog kita hihihi. Seru yaaah ngeblog.
      Benar! Aku juga pingin sih berusaha sustain dari blog supaya nanti kalo punya anak, tetep bisa kerja di rumah, atau setidaknya ga perlu ngantor supaya dekat keluarga hehe.

      You too Lia! Semoga sama2 makin lancar nulisnya dan maju blog nya yaa. Good luck for both of us! ❀

  7. Wuih, what a long journey n writing, hahaha! Tapi aku baca baik2 sampe bawah, because it really is engaging πŸ™‚ Salam kenal, ya Sharon, aku juga penduduk Bandung, and I’m still finding the true me in blogging. Hopefully what I write comes in handy, bermanfaat buat yang baca ^^

    1. It was a loooong rocky road! Hahaha. Bahkan sekarang juga belum stabil hihi masih mood-mood-an tp udh jauh lebih rajin nulis πŸ˜€

      Wah thank you udah dibaca sampe habis!

      Salam kenal juga. Semangat yah nulisnya!! πŸ˜€

  8. Hello, Sharon. Salam kenal 😊
    So inspiring. Suka banget dengan gaya menulisnya yang ngalir dan gak kaku. Orang yang berkunjung jadi betah berlama2. ^^

  9. baru pertama kali mamir diblog mba sharon, dann aku sukaaa πŸ˜€
    aku lumayan suka travelling juga kulineran tapi aku ngga pernah post di blog, cuma beberapa aja sih yang aku post, tapi setelah baca post mba sharon aku pengen nulis nulis ttg kuliner juga travlling lagi.haha

    btw, berapa lama sih waktu yang dibutuhkan mba sharon setelah travelling atau kulineran untuk bikin tulisannya diblog?

    1. Halooo mba Rusydina! Salam kenal yaaa πŸ™‚
      Makasih udah mampir ke blog aku >,<

      Hihi seru loh nulis tentang kuliner & travelling, soalnya jadi ngebayangin lagi asik asiknya makan dan jalan2 πŸ˜›

      Biasanya aku kalo nulis itu 1 artikel itu 3 hari. Tp tergantung mood juga sih kadang kalo lagi buntu kan ga bs dipaksain ya jadi lebih lama.

  10. Semangat Sharon! aku salah satu pembaca setia sharontravelogue lho.. awalnya aku baca dari cerita pas kamu magang di Bali terus sampe sekarang deh.

    Aku juga terinspirasi buat nulis pengalaman jalan-jalan di blog yang kontennya fokus tentang perjalanan. Sama juga kayak kamu, aku mulai nulis sejak SMA tapi isi blognya nano-nao dan kontennya kalo dibaca sekarang bikin ketawa sendiri. haha.

    Keep writing Sharon!

    1. Kak Karin!!! Makasihhh ya uuu ❀

      Hihi iya blog jaman SMA bikin ngakak ya kak! Banyak alaynya. haha.

      You too, keep writing! ❀
      Lucu deh ntar berapa tahun lagi cerita di blog kak Karin Emil nya udah gede πŸ˜›

  11. Sharoooon! *sok akrab* aku suka sekali tulisannya. Mengalir apa adanya. Jd berasa ngobrol. Dari tulisan ini keliatan banget kamu anaknya ceria ahahahaha. Makasih udah ditulis, sangat mengispirasi apalagi pake pertanyaan yg kamu karang-karang sendiri ahahaha lucu banget sih. Keep blogging yaa, aku mampir tiap hari πŸ’š

    1. Justiiiiiin! *ikut2an sok kenal ah* hihihi.

      Wah makasihhh! Haha, kadang cerita, kadang moody, kadang menghilang ngumpet di kamar :p

      Yayyy! Seneng kalo dpt positive feedback kyk gini. Jangan bosen2 ya di blog aku :*

  12. Tentang harus atau enggak memberitahu itu tulisan endorsment atau bukan, saya sepakat. Bagi saya kalau tulisannya enak dibaca dan berdasarkan pengalaman pribadi, meskipun tulisan iklan tetap saya suka πŸ™‚

  13. semangat Sharon! emang on-off dan moody itu gak bisa dihindari ya, aku juga skr lagi jarang bgt nulis krn ketimpa kerjaan kantor banyak banget dan sering gak dapet mood nulisnya huhuhu

  14. Cece sudah lima tahuuun ngeblog ! Saluut dan tetap konsisten!!
    Cece kalau ditawarin jadi presenter jalan jalan gimana ce ?? Secara akuu udah nonton beberapa vlog cece Sharon loh ! *ini penting.

    Kamu jangan sampe ngehapus blog ini ya ce. Aku menunggu – nunggu tulisanmu jugaaaaa ! Well sukses selalu yaaah untuk kalian berdua. Semoga honeymoon berjilid jilidnya suatu saat nanti bisa jadi film *eaaaa

    1. Wakakakakakaaka hoiii kenapa kau pake nama Raisa terus si gelo.

      Maacih udah bacaaaa!
      Aduh adek liat sendiri kan vlog cece itu kayak apa, geje bok!

      Aku akan tulis ttg honeymoon jilid tiga soon!!! wihihihihihi

  15. Sharon, really love postingan ini :’) Yes, perjalanan untuk jadi profesional blogger itu panjang dan sebenarnya nggak kalah sedikit dramanya ketimbang profesi lain. I hope one day aku bisa resign dan jadi full time blogger. Untuk sementara belum bisa karena alasan finansial yang belum siap hehe. Nice to share. Follow kamu ah karena aku suka semua yang kamu share πŸ˜‰

  16. Hi ka Sharon! Salam kenal :D. Sedikit curhat jadi sebenernya aku adik tingkat kaka jaman di kampus tapi kayanya ga sempet berkenalan yah dan tau dari temen dan kaka2 yang lain tentang ka Sharon yang jadi food & travel blogger. haha. Dan pas baca seneng banget gatau kenapa bahasanya enak banget. Kayanya sepanjang apapun tulisannya tuh tetep bikin ga bosen bacanya, keren bangeeeett!! Dan kemaren aku baca posting kaka yang ngasih tip buat edit foto, terus aku cobain dan aku suka hahaa. Thanks yah ka share tipsnya, ditunggu banget untuk postingan2 selanjutnya yah kaa. Semoga akan terus konsisten ke depannya karena kayanya aku bakal nungguin postingan kaka terus hahahaa πŸ˜€

    1. Halo Fitri.

      Waah! Kamu angkatan berapa? Hihi.
      Hahaha jadi maluuu. Iya dulu aku mulai blogging pas jaman2 kuliah gitu, tapi isinya juga masih acak adul :p
      Dulu aku coba nulis pake Inggris, terus lama2 jadi males nulis karena ribet mikirnya hahahhahaha, akhirnya pindah deh ke Indonesia.

      Ternyata malah banyak yang sukaaaa :’) Senangnya.

      Hehe, semoga tips edit foto nya berguna ya!

      Amiiin, makasih supportnya Fitri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s