travel guide pedoman liburan ke chiang mai thailand

Travel Guide : Chiang Mai, Thailand

Chiang Mai, salah satu kota favorit aku sejauh ini. Aku pernah tinggal di Chiang Mai selama satu bulan di akhir tahun 2015. Waktu itu, aku seneng banget karena bisa menyaksikan festival Loy Krathong dan Yi Peng.

Dan bulan lalu, aku kembali lagi ke kota ini bersama @wisatathailand dan teman-teman blogger lainnya. Aku masih jatuh cinta dengan kota ini!

There’s something charming about this city that I can never get enough of. People are friendly, the city is far from chaotic, the food was amazing. I couldn’t ask for more.

chiang mai travel guide

Kalau dipikir-pikir, pertama kali aku jalan-jalan ke Thailand itu tahun 2013 ke Pattaya. Dan Pattaya cukup membuatku mempunyai kesan tersendiri terhadap Thailand. Khususnya dengan orangnya yang ramah dan makanannya yang enak-enak semua. Sampe pingin balik lagi ke Thailand. Eh kalau kalian berencana ke Pattaya, coba liat Pattaya Tourism Guide yang lengkap ini deh. (Psst, disana ada quotes aku loh! Gaul ga? :p)

Terus, tahun 2015 lalu aku ke Chiang Mai, dan tahun 2017 ini aku seneng banget bisa kembali lagi ke Chiang Mai (dan Bangkok). Pingin sih explore daerah lain di Thailand. Semoga ya next time bisa nambah list-nya!

indonesian travel blogger

By the way, saking cintanya aku dengan Chiang Mai, aku juga pingin kalian suatu saat bisa kesini dan ngalamin apa yang aku alami.

Jadi kali ini aku mau sharing tentang apa aja yang bisa kalian lakukan di Chiang Mai, makanan apa aja yang harus kalian coba, dan aktivitas menarik apa aja yang bisa kalian lakukan selama di Chiang Mai.

pedoman travel ke chiang mai
Touch down, Chiang Mai!

– – –

Q : Chiang Mai itu dimana ya? Vietnam?

A : Banyak banget loh yang mengira Chiang Mai itu ada di Vietnam. Bukan! Tapi di Thailand bagian utara 🙂

Q : Gimana cara ke Chiang Mai?

A : Dari Indonesia, saat ini belum ada direct flight ke Chiang Mai. Jadi caranya harus transit dulu di Bangkok, terus baru deh lanjut ke Chiang Mai. Untuk orang Indonesia, kita nggak perlu visa untuk kesini.

Q : Di kota Chiang Mai, kemana-mana naik apa?

A : Kalau kalian bisa mengendarai sepeda motor, rental sepeda motor lumayan banyak loh! Dan harganya juga ok. Waktu itu, kami rental di tempat yang namanya “Bikky“. Banyak turis-turis yang memilih untuk menyewa sepeda motor karena kita jadi lebih fleksibel untuk keliling-keliling kota.

rent motor bike chiang mai

Tapi kalau kalian nggak bisa mengendarai sepeda motor, salah satu opsi lain adalah dengan naik songthaew, yaitu salah satu transportasi umum di Chiang Mai. Bentuknya seperti angkot sih, susunan kursi nya juga, tapi agak lebih terbuka dibanding angkot. Songthaew ini agak unik. Nggak ada jalur khusus seperti angkot. Jadi kalian harus nanya dulu songthaew itu mau kemana, apakah melewati tempat yang ingin kalian kunjungi? Kalo iya, naik! 🙂

Opsi lain, tuk-tuk atau taksi juga ada.

– – –

Oke, sekarang lanjut tentang tempat2 yang menurut aku asik untuk dikunjungi.

pedoman travel ke chiang mai

Kemana Aja di Chiang Mai?

Old City

Daerah kota tua di Chiang Mai ini unik, karena dikelilingi oleh benteng / tembok yang masih utuh. Kalau dilihat di maps, bentuknya itu persegi loh. Coba deh search di Google Maps. Di sisi utara, timur, selatan, dan barat tembok itu, masing-masing ada gate nya – tempat kita bisa masuk ke dalam area tembok old city.

chiang mai old city

chiang mai old city
Wat Chedi Luang
Wat Chedi Luang Chiang Mai
Wat Chedi Luang

Tempat yang menarik untuk dikunjungi di dalam Old City menurut aku itu Wat Chedi Luang. Terus kalo hari Sabtu / Minggu malam, di old city bakal ada night market, sebutannya Walking Street. Ini juga wajib banget dikunjungi. Tempat kuliner menarik juga banyak banget di old city! Untuk walking street dan kuliner nanti kita bahas lebih lanjut ya 😉

Old City, Chiang Mai
Old City, Chiang Mai

Nimmanhaemin Area

Nimmanhaemin atau yang biasanya disebut Nimman area itu adalah area yang baru berkembang di Chiang Mai. Di Nimman, kamu bisa menemukan banyak cafe-cafe kecil dan lucu! Nimman area ini seperti area hits nya gitu, suasananya beda banget dengan old city. Kalo old city itu ya, old, kalo ini ngehits gitu.

Di sini, kita juga bisa jalan kaki dari satu cafe ke cafe lain, dari satu toko ke toko lain.

Nimmanhaenim area chiang mai

nimman area chiang mai

Kalau kalian lagi di Nimman Area, jangan lupa mampir ke tempat2 dessert ini deh : Mango Tango, Charin Pie, dan iBerry.

Maesa Elephant Camp

Maesa Elephant Camp ini tempat yang berkesan bagiku. Karena awalnya, aku agak skeptis dengan tempat ini. Tau sendiri kan, image elephant show itu seperti apa. Gajah disiksa lah, nggak dikasih makan yang cukup lah. Hal-hal itu lah yang membuatku agak malas awalnya.

mae sa elephant camp

Tapi ternyata setelah nonton show, liat tempat retired elephant (iya, ada tempat yang luas banget khusus untuk tempat merawat retired elephant. Tempat ini terpisah dari tempat elephant show), liat kuburan gajah, dan ngobrol dengan orang disana, aku baru tau ternyata mereka memperlakukan gajah seperti keluarga sendiri.

maesa elephant camp chiang mai
Gajah tua di tempat retired elephant. Udah nggak kerja lagi.

Masing2 gajah, diurus oleh satu atau 2 pawang. Sebutannya mahout. Perlakuan mahout ke gajah pun ga kasar. Bahkan ga diteriakin. Jadi ga ada tuh yang namanya pecut pecut. Cara ngajarinnya, dengan reward based. Seperti kalau ngelatih anjing untuk sit, roll over dll itu loh. Kalau si gajah udah belajar, dikasih pisang atau tebu biasanya karena katanya mereka suka yang manis.

elephant camp in chiang mai
Gajah yang lagi melukis

Gajah-gajah ini mulai diajarin untuk “kerja” setelah umurnya 3 tahun ke atas, dimana mereka udah bisa lepas dari mama nya. Mereka “kerja” supaya ada fund untuk kasih makan mereka. Untuk bayar mahout, vet, nutritionist, dll. This place changed me and my friends’ perspective like… instantly. Jangan lupa mampir yah ke sini kalo ke Chiang Mai! Banyak loh yang dipelajari.

Ban Rai Jai Sook

Ban Rai Jai Sook ini tempat yang menyediakan kursus weaving (menenun) dan mewarnai baju dengan teknik mencelup. Inget nggak kalo pas jaman SD dulu pernah ada pelajaran keterampilan terus disuruh celup-celup baju ke pewarna? Sebelum dicelup, diiket-iket dulu pake kelereng dan karet.

workshop di chiang mai ban rai jai sook
Cakep-cakep yah hasilnya!

Nah, disini itu sama! Tapi bedanya, disini kemarin diajarin macem2 pattern. Ada yang pake karet, ada yang pake tali rafia, ada juga yang pake stick kayu & jepitan gitu. Terus, si pewarna nya itu pake natural dye, dari tanaman semua. Alami!

Step awal, kami coba ngewarnain yang kecil dulu, scarf kecil (atau handkerchief ya itu?). Terus baru deh cobain di kaos. Seru banget!

Celup2 ngewarnain kaos gini bikin inget jaman SD deh! Tapi bedanya, disini kemarin diajarin macem2 pattern. Ada yang pake karet, ada yang pake tali rafia, ada juga yang pake stick kayu & jepitan gitu. Kalo di SD dulu kayaknya aku cuma pake kelereng dan karet deh 🤔 Terus, si pewarna nya itu pake natural dye, dari tanaman semua. Alami! FYI yang warna biru bau nya ajubile 😵 Awalnya kami ngewarnain yang kecil dulu, scarf mini (atau handkerchief ya itu?). Terus baru deh cobain di kaos. Seru banget! VLOG & cerita si blog tentamg keseruan ciwi ciwi di Bangkok & Chiang Mai lagi mau mulai nyicil di edit nih. Ditunggu yah! 😘 . . . 📸: teman burst, @patrishiela . 👒: @satyawinnie . . @wisatathailand 💕 . . #womensjourneythailand2017 #womensjourney #wisatathailand #sharontravelogueThailand #chiangmai

A post shared by Sharon Loh ⭐️ Travel Blogger (@sharonlohh) on

MAIIAM Contemporary Art Museum

MAIIAM ini museum baru di Chiang Mai. Baru 2 tahun lalu katanya.

Walau nggak ngerti seni, tapi aku selalu enjoy pergi ke museum. Kalau lagi jalan-jalan sama Fred, kami suka cari museum yang bagus di kota itu dan jalan-jalan deh kesana!

maiiam museum chiang mai
Photo by @deviana_gunawan

maiiam museum chiang mai

Tapi sayangnya, disini tiap lukisan / art piece nya ga ada penjelasan dalam bahasa Inggris. Only in Thai. Jadi aku nggak ngerti background nya deh, hehe.

Ohya, kemarin ada satu lukisan yang menarik banget.

Lukisan di atas ini dilukis oleh Navin Rawanchaikul. Ceritanya, lukisan ini dibagi menjadi 3 era. Sebelah kiri, itu era history. Tengah itu era Bangkok tahun 1990an. Dan yang paling kanan, Bangkok era 2000an. Bagus banget dan super detail. Semua orang yang dilukis di lukisan ini adalah tokoh-tokoh terkenal yang asli ada orangnya!

Tiket masuk kesini THB 150 untuk orang dewasa, THB 100 untuk pelajar, dan gratis untuk anak-anak di bawah 12 tahun.

maiiam museum in chiang mai
Photo by @deviana_gunawan

Wat Phra That Doi Suthep

Wat Phra That Doi Suthep ini adalah temple yang paling sakral dan terkenal di Chiang Mai.

Wat Phra That Doi Suthep, Chiang Mai
Wat Phra That Doi Suthep, Chiang Mai

Menurut cerita dari Khun Lek, tour guide kami selama di Chiang Mai bersama @wisatathailand kemarin, jaman dulu pernah ditemukan relic Buddha. Raja Thailand pun menaruh relic Buddha itu di punggung seekor gajah putih dan membiarkan gajah itu mencari tempat untuk menaruh relic. Singkat cerita, gajah itu berjalan kaki jauh sekali sampai ke gunung Doi Suthep. Disana, gajah berputar tiga kali, berlutut, dan meninggal. Dipercaya, itulah tempat sakral untuk menaruh relic Buddha. Maka, dibangunlah temple di sana.

cara ke doi suthep chiang mai

temple kuil di chiang mai yang wajib dikunjungi

Perjalanan ke Wat Phra That Doi Suthep memakan waktu sekitar 1 jam dari kota. Karena harus memutari gunung berliku-liku.

2 tahun lalu, aku dan Fred kesini bersama @pergidulu untuk melihat matahari terbit. Suasana pagi itu dingin sekali!

sunrise dari doi suthep chiang mai

Dan kemarin, aku ke temple ini lagi malam hari. Suasana malam hari ternyata nggak kalah cantik loh. Ada lampu yang menyinari temple sehingga temple nya kelihatan golden dan mengkilat. So majestic ✨. Dan kebetulan malam itu baru habis hujan, jadi banyak kabut. Bikin makin gimanaaa gitu suasananya.

Doi Suthep is one famous temple (or as local says it, Wat) in Chiang Mai. ⛩ It's located up at the hill, and before there were car access to the temple, Chiang Mai people used to walk to the top. It was approx 1 hour journey using car, fyi. Imagine how far they used to walk to get to the temple. I've been to Doi Suthep Wat 2 years ago with @fredricsanjaya & @pergidulu and we caught the sunrise there. Amazing sight, it was. But this time, we went there at night. It was raining and foggy, and the light were so bright that it reflects the golden color of the temple. So magical ✨ @wisatathailand . . 📸: @patrishiela . . . . . #womensjourneythailand2017 #womensjourney #wisatathailand #sharontravelogueThailand #chiangmai #doisuthep

A post shared by Sharon Loh ⭐️ Travel Blogger (@sharonlohh) on

 

Pong Yang Zipline & Jungle Coaster

Kalo kalian suka aktivitas yang seru, cobain deh main zipline di Pong Yang. Tadinya aku pikir ini cuma seperti flying fox cupu ala-ala. Ternyata ngak loh! Lumayan, karena kami kemarin main yang full package, jadi total nya ada 34 zipline. Ada adegan manjat2 tangga, jalan di kayu2, dan juga naik mobil 4WD.

pong yang zipline flying fox chiang mai
Main zipline 800m

Zipline yang terpanjang yaitu 800m! Bagus banget pemandangan dari atas sana.

Jangan khawatir dengan safety nya, karena emang aman banget. Bahkan alat-alat yang mereka pake itu yang bagus & branded loh. Kata temenku, Satya, helm nya doang aja mahal. Aku lupa merk apa, tapi katanya itu merk mahal di kalangan alat2 naik gunung gitu.

Saturday Night / Sunday Night Walking Street

Sabtu malam atau Minggu malam itu waktunya untuk pergi ke Walking Street!

Chiang Mai Night Market

Disana, kalian bisa belanja pernak pernik handmade seperti tas, gelang, baju, banyak deh. Dan harganya pun udah murah tanpa harus ditawar. Karena mereka emang niat awalnya mau jual ke sesama orang Chiang Mai juga. Dan ternyata, banyak turis yang tertarik dengan walking street ini 😉

– – –

Nah, sekarang lanjut ke topik kesukaan aku, makanan! 😛

Makan Apa Aja di Chiang Mai?

Duh kalo ngomongin makanan, banyak banget yang enak-enak di Chiang Mai! Aku sebutin beberapa makanan yang aku suka banget aja ya! (Yang aku suka banget aja ada banyak :P)

Khao Soi (Mie Kari)

Khao Soi itu mie kuning yang disajikan pake kuah kari. Untuk dagingnya sendiri, biasanya ayam / babi / sapi. Terus, khao soi disajikan pake mie crunchy yang digoreng gitu. Aku suka nambahin ekstra cabe dan bawang merah mentah. Biar makin nendang!

Khao Soi at Huen Muan Jai Chiang Mai
Khao Soi at Huen Muan Jai

Tempat makan Khao Soi kesukaan aku itu di Khao Soi Mae Sai & Khao Soi Samer Jai. Tapi seriusan, Khao Soi random manapun juga enak banget rasanya.

Makan khao soi di chiang mai

Makanan yang aku suka banget selanjutnya itu Gai Yang a.k.a ayam panggang nya Thailand.

Gai Yang (Ayam Panggang-nya Thailand)

Gai Yang ini konon katanya asalnya dari Laos. Kalo diterjemahin, Gai Yang artinya ayam panggang.

Gai Yang Chiang Mai

Gai Yang at Cherng Doi Chiang Mai
Gai Yang at Cherng Doi Chiang Mai, the boneless one.

Yang membedakan ayam panggang disini dengan di Indonesia? Ya bumbunya. Aku paling suka makan Gai Yang dicampur dengan papaya salad. Cocok banget! Di makan bareng sticky rice (ketan) juga enak loh.

Tempat favorit aku untuk makan Gai Yang yaitu di Cherng Doi. Hands down, one of the best so far! 

Mango Sticky Rice

Mango Sticky Rice sebenarnya bukan cuma di Chiang Mai sih, di Bangkok juga banyak. Dan mungkin, di seluruh Thailand juga gampang kali ya nyarinya?

Kalau kalian suka Mango Sticky Rice yang agak lebih modern, coba deh ke Mango Tango. Disana kalian bisa pesen Mango Sticky Rice yang disajikan pake eskrim mangga dan pudding mangga. Enak banget!

Mango Sticky Rice with Mango Ice Cream and Mango Pudding, at Mango Tango
Mango Sticky Rice with Mango Ice Cream and Mango Pudding, at Mango Tango!

Tapi kalau mau yang tradisional, di pinggir jalan suka ada yang jualan kok 😉 Atau di Saturday / Sunday Night Walking Street juga ada.

Chiang Mai Night Market
Mango Sticky Rice

Thai Tea Mille Crepes

Kalau Thai Tea udah biasa, kalian harus cobain Thai Tea Mille Crepes. Thai Tea enak banget, Mille Crepes juga, kalo digabungin, duh!

thai tea mille crepes in thailand
Thai Tea Mille Crepes

Thai Tea Mille Crepes ini aku cobain di Local Cafe yang sekarang udah ganti nama jadi Dom Cafe. Recommended.

Sai Krok Isan

Sai Krok Isan ini sosis khasnya daerah Thailand utara.

makanan khas chiang mai
Sai Krok Isan

Terbuat dari daging babi dicampur nasi. Rasanya unik! Nggak seperti sosis daging biasanya. Katanya sih karena ada proses fermentasi dalam pembuatannya. Sai Krok Isan ini biasanya bisa kalian temui di pedagang street food, paling gampang sih kalo di Saturday / Sunday Night Market ya. Pasti ada yang jualan 😉

Sharon Loh Travel Blogger

* * *

Hmm, nulis tentang Chiang Mai bikin aku kangen banget sama Chiang Mai. Semoga bisa ke sana lagi, supaya Travel Guide nya making lengkap 😉 *alasan*

Nonton juga VLOG Chiang Mai aku waktu kemarin seru2an bareng temen travel blogger lainnya & @wisatathailand :

 

Kalian udah pernah ke Chiang Mai? Apa yang paling kalian suka dari kota itu?

 

* * *

Sharon Loh
Instagram | Facebook  | Youtube |  Twitter   
Email: lohh.sharon@gmail.com

Iklan

3 pemikiran pada “Travel Guide : Chiang Mai, Thailand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s