sharon loh fredric sanjaya

Life After Marriage

Aku tau, pasti banyak yang penasaran sebenernya aku dan Fred ini kerjaannya ngapain sih? Kok perasaan honeymoon mulu. Kapan mau punya anak? Honeymoon Jilid Satu, Jilid Dua, terus mau honeymoon jilid tiga? 

“Banyak duit ya?”

Hihihi. Kalo kami emang banyak duit seperti yang kalian bayangkan, you will never see us again! 😛

travel blogger indonesia
At Macdonnell Ranges National Park. Taken by @pergidulu

Sebenarnya dari sebelum kami nikah, kami juga selalu menyempatkan diri untuk jalan-jalan kalau bisa. Kebetulan kami berdua memang suka jalan-jalan ke tempat baru, suka cobain hal baru, dan kami juga punya pandangan yang sama terhadap hidup ini (cie elah). Nggak kebetulan sih sebenarnya, karena kalo ga cocok gitu yah kami ga bakal betah jadi partner hidup.

honeymoon sharon loh fredric sanjaya
Us during our #HoneymoonJilidDua

Oke, aku ceritain bentar yah! 🙂

How We Met

2005 : SMP

Aku dan Fred kenal saat kami duduk di bangku kelas 1 SMP. Terus waktu 2 SMP, mulai pacaran. Itu semua terjadi sekitar tahun 2005. Kami pacaran diem-diem karena dulu pas SMP aku belum dibolehin pacaran. Peace✌️

2010 : Kuliah

2010 itu jaman awal masuk kuliah. Aku kuliah jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung sedangkan Fred jurusan Ilmu Komputer di Universitas Indonesia, Depok. Kami pun pacaran jarak jauh selama 4 tahun.

Sempet putus nyambung sih selama pacaran. Wajar lah ya, namanya juga lagi sama-sama menjalani kehidupan baru di kota baru, sama-sama lagi struggling dengan kuliah, sama-sama lagi punya banyak temen baru yang asik, dan sama-sama sedang mencari passion-nya.

fredric sanjaya sharon loh
2011 : Ciwidey, Bandung
sharon loh travel blogger indonesia
2013 : Bromo (Taken by Fred’s sis @cinddy_07)
indonesian travel blogger
2014 : Halong Bay (Taken by Fred’s sis @cinddy_07)
sharon loh
2016 : Hongkong Disney Land, where he proposed me. Hihi. (Taken by Fred’s cousin @lorentius_william)

2017 : We Said Yes!

Singkat cerita, karena kami berdua merasa cocok dan setelah beberapa tahun memperkaya diri, kami makin cocok. Jadi akhirnya February 2017 yang lalu, kami menikah, yay! It’s been a crazy 12 years journey but we’re longing for more.

fredric sanjaya
2017 : We said yes! (Taken by crazy sis @karenlohh)

Life After Marriage

And this is when it gets exciting. Life after marriage is awesome guys!

Aku suka bingung kalo tiap kali denger orang lain ngomong: “Kalo udah nikah ga bebas ya, ga bisa kayak dulu lagi.” Soalnya kalo aku, justru malah menjadi bisa lebih mengikuti apa yang dari dulu aku ingin lakukan. Karena aku sekarang punya partner yang selalu support aku and put no pressure on me. Ga pernah tuh Fred ngomong : “Tuh kan, dibilangin juga apa.”

That Starting Point

Aku inget, beberapa hari setelah nikah, Fred nanya ke aku, sebenarnya hal yang paling aku pingin itu apa? Achievement apa yang pingin aku raih dalam hidup ini?

Aku jawab, aku seneng kalau jalan-jalan ke tempat baru, mencoba hal baru. Aku literally bisa stress kalo di rumah terus, bisa cranky gitu deh.

Aku merasa kaya, setelah jalan-jalan. Dan aku suka menuangkan kecintaan aku terhadap traveling melalui foto dan tulisan. And that’s what I could imagine myself doing for the rest of my life!

honeymoon sharon loh
Taken by @pergidulu

Fred sendiri ga punya ambisi lain yang bertolak belakang dengan ambisi ku. Dia cuma pingin, kerjaannya bisa dikerjain secara remote dari manapun. Apapun kerjaannya ga masalah. *anak milenial detected*

Setelah masing-masing dari kami tau apa yang partner kami inginkan, kami jadi bisa cari cara supaya bisa menggapai mimpi kami berdua sambil berusaha cari kerjaan yang ga bertolak belakang dengan mimpi itu.

Gali mimpi dan potensi masing-masing.

This is soooo important you guysss. Biar ga ada alasan “Enakan sebelum nikah ya, lebih bebas”. Dari awal sebisa mungkin kita sama-sama cari tau, apa yah yang harus kita lakukan supaya impian dua2nya bisa tercapai? Karena kan sekarang ego yang diikuti bukan cuma ego diri sendiri aja, tapi ada dua ego yang berbeda. Jadi kita perlu cari jalan tengah biar kedua ego ini bisa terpenuhi! 😉 Sounds cliche, I know. But it works for us. 

And guess what, awal tahun depan kami mau mencoba hidup di Australia selama 1-2 tahun! Yayyy!

fredric sharon

Pekerjaan

Sekitar tahun 2014 -2016, kami sempet kerja sebagai software developer di kantor yang sama. Aku kerja selama kurang lebih 1 tahun, sedangkan Fred selama kurang lebih 2 tahun. Aku inget, Fred resign sekitar 9 bulan sebelum menikah.

Aneh?

Well, kalau dilihat dari orang-orang pada umumnya ya aneh. Kok mau nikah, malah dua-duanya jobless. Untungnya, kami berdua bukan tipe orang yang mikirin apa kata orang. Kalo udah dipikir dan dirasa benar, ya tetap kami lakukan.

Setelah kami resign, ada salah satu pertanyaan yang berbekas banget di aku.

“Kok berani ninggalin comfort zone?” 

Emang sih kalo dilihat dari luar, kami seperti udah di comfort zone. Tapi masalahnya, it’s not even comfortable at the beginning for me.

Kami ga enjoy tinggal di Jakarta, ngantor pula. Senin-Jumat di kantor, dan karena stress, weekend kami main ke mall hambur2in duit untuk hal yang ga penting. Cuma sekedar untuk makan dan nonton doang sih sebenarnya. Tapi seminggu kemudian, udah lupa tuh apa yang kita makan dan apa yang kita nonton. Ga berkesan sama sekali. Ga ada yang berbekas sampe : “ihhh iya ya minggu lalu kita ngelakuin itu”. Semuanya lewat aja tanpa kita sadari. Dan itu salah satu moment yang bikin kami berpikir untuk ganti kerjaan, ubah lifestyle, dan pindah dari Jakarta.

Jangan takut untuk memilih.

Setelah kami pindah, ada yang bilang kalo kami seharusnya lebih mau beradaptasi di Jakarta. Karena semua orang juga gitu dan mereka bisa survive. Tapi menurutku, semua orang punya pilihan. Dan kalo emang mereka milih untuk tinggal dan kerja di Jakarta, it’s fine kok! Nggak ada yang salah. Tapi karena kami punya pilihan lain, nggak ada alasan untuk kami bertahan di sana 🙂

Kami nggak mau mengorbankan 20 tahun masa muda kami supaya bisa menikmati 20 tahun masa tua. Kalau masa tua itu nggak ada gimana? Mending sebisa mungkin kita coba nikmati 40 tahun itu kan 😉

indonesian travel blogger
Taken by @sitdowndisco

“Tapi kan gaji nya lumayan? Sayang banget”

Menurut kami, gaji itu bukan hal yang terpenting.

Salah satu kalimat yang paling aku inget dari mantan bos adalah :

Be so good at something that people can’t ignore you.

He quoted it from a book and it’s a very powerful word for me, it affects me in so many ways. Ironically, kata-kata itu lah yang meyakinkan ku untuk berhenti kerja dan menekuni apa yang aku suka.

Dan bener aja. Setelah resign, aku coba-coba baking (I was inspired by @nanacakeboutique!) dan belajar secara otodidak dari Youtube dan blog orang. Usaha jualan custom cake ku di Jambi lumayan!

Aku bisa take order kapanpun aku mau, bisa libur kapanpun aku mau. Way better than working in an office from a very sempit cubicle. Dan bisnis cake ini bikin aku mikir, wow aku bisa ngelakuin apapun asal aku niat dan mau terus berlatih secara konsisten. I could be anything I want!

Tapi seperti yang sudah ditebak oleh orang2 terdekat, lama kelamaan aku suntuk karena aku harus di Jambi terus, hehehe.  (Oh my this is so me, gampang bosen bok!)

So I stopped taking orders and spend several months traveling, doing nothing. And guess what?

Aku jatuh cinta lagi dengan blogging!

Blog yang sempat terlantar selama 2 tahun karena aku kerja kantoran & bikin kue pun akhirnya aktif kembali. Aku mulai bisa earn money from my blog and Instagram. Walau masih sedikit, tapi lama-lama improve sedikit demi sedikit.

Sedangkan Fredric sekarang lagi menjalankan bisnis online RFID-nya, seperti yang dia mau, kerjaan yang bisa dikerjain dari manapun, ga terbatas oleh tempat dan waktu.

So in short, we are still financially unstable, but we’re on our way! Trust me! 😉 *meyakinkan diri sendiri*

sharon loh blogger indonesia

Lifestyle & Prioritas

Setelah sama-sama tau apa yang kami mau dan pekerjaan apa yang kami suka, kami pun mencari cara supaya bisa hidup dengan lifestyle yang aku inginkan (a.k.a bisa terus jalan-jalan sambil kerja remotely).

Beruntung, aku dibesarkan di keluarga yang berkecukupan dan nggak glamor. Jadi aku dari dulu ga tertarik dengan barang-barang branded. Apalagi perhiasan. Kalo hp atau lensa baru boleh lah 😛

Karena toh, prioritas hidup kami itu kenyamanan & kebebasan hidup, kebebasan dalam memilih.

fredric sanjaya

Sekarang, kami tinggal di rumah orangtua nya Fred. Ini juga penghematan sih karena kami ga perlu mikirin urusan rumah. Selain udah nyaman, orang tua Fred oke oke aja, malah seneng karena anaknya tinggal disini. Kami jadi bisa lebih bebas, kalau mau berangkat, tinggal berangkat aja ga perlu pusing mikirin rumah yang ditinggal. Win win!

Menurut aku, oke-oke aja sih ga punya rumah. Malah aku pingin pindah-pindah, 3 bulan di kota A, 3 bulan di kota B, dan seterusnya. Nggak tau deh ya nanti pas punya anak bisa gitu ga. Tapi so far, kami pingin sih besarin anak sambil keliling dunia – it’s one of their best way to learn!

travel blogger indonesia
At Katherine Gorge. Taken by @pergidulu

Banyak sih penghematan yang kami lakukan selain itu. Misalnya jarang ke cafe, bikin kopi sendiri instead of beli di coffee shop, jarang beli barang, nggak pre-wedding, banyak hal-hal kecil yang sebenarnya ga penting tapi habisin duit lumayan.

Nah, tapi sebagai gantinya kami jadi bisa jalan-jalan dalam periode yang agak lama – seperti traveling sebulan-sebulan gitu. Bulan depan Aku & Fred mau #HoneymoonJilidTiga ke Bali! Hihihi. Kami bakal sebulan juga di Bali.

Tips: di Bali ngekos aja (aku kebetulan dapet kos-kosan dari airBnB)! Bisa jauh lebih murah dibanding hotel untuk traveling jangka panjang. Di kos juga ada dapur, jadi lumayan bisa hemat sarapan & makan malam mungkin?

sharon loh blogger

Yang terpenting, jangan takut untuk cobain apa yang kamu pikirin. Jangan takut untuk mengutarakan mimpimu ke pasangan kamu. Karena kalo kamu nggak bilang, mana dia tau?

Dan kalo kamu nggak coba ngelakuin apa yang kamu udah pikirin berkali-kali, kamu bisa cepet gila, beneran deh.

That’s how I found my passion anyway, by trying so many things, even when a lot of people say no. I just don’t care about them. I care more about what I want. 

Don’t judge yourself and your partner. Don’t limit yourself and your partner.

Walau memang terkadang yang dilakuin itu ga sesuai ekspektasi. Tapi itu adalah salah satu proses untuk menuju ke yang benar. Kalau udah di judge dari awal, pasti kita bakal males untuk mencoba hal baru. Gerak gerik dan pemikiran kita jadi terbatas.

And remember, whatever happens, the two of you are in this together. Jadi instead of saling kesel karena partner kamu melakukan sesuatu yang ga sesuai dengan ekspektasimu kamu, help him/her to be a better human being.

You are in this together 🙂 

* * *

I hope this article helps! Komen dong kalo kalian merasa suka dengan artikel seperti ini. Dan kalo kalian punya ide topik selanjutnya yang harus aku tulis, let me know yah! :*

Cheers,

Sharon Loh

Iklan

57 pemikiran pada “Life After Marriage

  1. Sharon, ini keren! Seriusan. Aku sampai bingung mau komen apa, hahaha.
    Seneng banget kalau bisa dapat partner hidup yang support each other, apalagi punya visi misi yang sama. Terutama mematahkan omongan orang yang bilang “enakan sebelum nikah ya”, karena hidup setelah nikah itu diharapkan jangka panjang, jangan sampai ya cuma gitu gitu aja.
    Belum lagi ngeliat kalian jalan jalan berdua muluu, uugghh semoga bisa dapat partner hidup yang bikin hidup jadi lebih menyenangkan juga.
    Semoga kalian berdua makin bahagia! 😆

    1. Hahahaha kamu bingung mau komen apa tapi komen mu paling panjang!!

      Makasih yaaaa Presyl! ❤
      Iya aku dan Fred beruntung bs ketemu satu sama lain.
      Bener banget! Hidup setelah nikah kan masih sampe seumur hidup, masih jauh lebih panjang dari umur kita sekarang ya (mudah2an). Jadi sebisa mungkin harus dibikin nyaman utk dua2nya 😀

      Amiiin makasih yaaaa doa nya! 😆
      Ku tunggu cerita mu! Hihihihihi.

    1. Hi, Lairisa!

      Hmm, it really depends on the problem I think, since each problem needs a different approach.

      But lucky us, since we’ve been together for so long, we don’t get that many problems during our married life. Maybe because we’ve known each other better now 🙂

      As cliche as it may sound, I think communication is the key 😉

  2. Selalu, bikin ngiler… dari yg awalnya ngiler pengen jalan2 kyk lu, ngiler pengen nikah modal 36rb (just like what i saw on ur utube channel), skr gw ngiler pengen pny pasangan yg bisa sama2 support mimpi kita, just as yours. You are beyond lucky!

    1. Thank you!! 🙂

      Eh ralat, yang di youtube channel aku awalnya kirain 36rb jeruk doang, ternyata kudu bayar 400rb ke catatan sipil nyaaaa hahaha.

      Semangat ya, semoga pasangannya kelak punya mimpi yang sama jadi bisa berjuang bareng! 😀

      Yes, I think I’m too lucky! I can’t be grateful enough for this life.

  3. Pertama x baca postingan di blog ini, penulisannya keren. Sesama blogger saya merasa sangat bangga ada blog Indonesia seperti ini. Walaupun kita beda niche, tp saya mudah faham. tulisannya EZ to understand.

    Di tunggu deh ya perjalanan hidup yang lainnya, kalau bisa share dong pengalaman yg paling pait selama pacaran 🙂

    kebetulan saya pun sudah berpacaran hampir 7 th, saya jg anak IT bandung sama kaya mbasis.

    1. Halooo! Wah makasih yaaa. Komentar-komentar positif gini nih yang bikin semangat untuk terus nulis dan berkembang 😀 😀

      Iya dong harus mudah dipahami tulisannya (soalnya kalo susah akunya juga ga ngerti wahahaha).

      Yang pahit itu pas LDR! Ketemu nya jarang bangettt. Tapi untungnya sih kami berdua bukan tipe yang harus lengket terus. Jadi ga terlalu masalah.

      Wah sama2 IT Bandung, hehe. Saya udah lama nih ga ke Bandung, sejak lulus kuliah. Mas e juga lama nih pacarannya. Semoga langgeng terus ya! 😀

      1. ahahahaha ngakak sis…
        oh ya, jarang2 loh saya komentar di blog orang 😀

        tp karena mungkin agak sepengalaman kali ya, jadi ada niatan aja untuk komen.

        klo boleh tau nih life after marriage ini kalian kan anak IT, ada gak sih selama 12 th bersama hal yg berkaitan dengan IT yang kalian buat atau mungkin kembangkan?

        1. Hahaha sampe ada akun fake nya ^^’

          Pernah sih dulu coba2 bikin project bareng. Tapi ga suka euy kerja 1 project bareng pasangan. Jadi ada tekanan gitu ga enak hahaha. Tapi beda2 orang beda juga sih pasti.

  4. Ciyeeeee nonikkkkkkk 😍 kalian inspiratif sekaliii. Bener, do what you wanna do ya kan, yang ngejalani hidup kan kalian bukan org lain. Dan bo, 12 tahun pacaran, gets me all 😱😱 every single time 🤣

  5. this is so meee after marriage. i’ve been thinking about resigning and focus on my onlineshop (sekarang masih dijalanin dua2nya sih) living in our passion sounds great. thankyou for sharing sharon 🙂

    1. Waaa semangat! Emang sih setelah nikah jadi lebih pingin resign ya, tapi hebat lho bisa kerja sambil ngurusin online shop! Nggak gampang apalagi kalo harus standby chat customer terus.

  6. Keren. Buatku mereka yang berani mendengar mimpinya dan gak takut untuk keluar dari zona nyaman adalah orang yang kece. Kalo kek gitu gak usah dengerin kata orang yah. This is my life. Pegel hidup pake standar orang. Btw bintang kamu apah? Hahahhaha… #kepobingits

    Tks for sharing yahhh…

      1. Hahahahha kukira Carpricorn… miripppp… aha nggak aku mirip2in sih. Wkwkwkwk. Ya keep follow ur dreams n keep inspiring kakak💪💪💪 salam buat Koh Fred yg keren jugaaa… langka tuh suamik macam tuh 🤣🤣🤣

  7. Thanks for sharing Sharon! Nice thought one. Aku juga mirip kamu sih, gampang bosenan hahaha.. Pengen banget bisa do something remotely (cita2 most millenial gen kyknya) tapi kendalanya masih di konsistensi. Apalagi nggak gampang dan instan saat mau mulai usaha.

    Life is a choice, pastinya kita masing2 punya prioritas yah. Keep inspiring 😉

    1. And thanks for reading, Melissa!

      Hihi toss sesama orang yang gampang bosen!
      Iyah bener, most millenial gen kayaknya gini ya. Apalagi makin sering baca artikel2 tentang work anywhere, anytime dll. Jadi makin pingin ga sih 😛

      Bener banget! Untuk konsisten itu susah ya. Blog aku sempet terbengkalau hampir 2 tahun. Barulah awal tahun ini mulai aktif nulis lagi. *semoga kali ini tetep konsisten dan ga bosen*

      All the best with your future plans! 😀

  8. Keren abis! Aku juga mau yg seperti ini. Berani mencoba, serta tidak takut meninggalkan zona nyaman. Pas pertama baca udah jatuh hati. Sama-sama suka travelling gitu keduanya. Aaaaa!

    1. Makasih! 🙂

      Dulu aku sempet takut coba2 sih, dan Fred selalu ngomong: “what’s the worst that could happen?”. Terus setelah dipikir2, eh worst case nya ga jelek2 amat hehe, jadi lebih berani untuk coba2 :*

  9. Ce Sharon!!

    Selalu suka baca blognya cece, beneran deh! *udh lama jadi penggemar rahasia* hahaha
    Dan sebagai salah satu makhluk gampang bosenan, this is my favorite article!!! 😍😍😍

  10. Surely you’re one of my favorite blogger Ci! Very inspiring story;”) always pursue your dream yahh, sukses teruss dalam segala hal dan selalu dikasih yg terbaik untuk hubungan rumah tangga kalian! Ga sabar baca artikel lainnya hwehehe much love!

  11. hi sharon salam kenal, aku sependapat sm kamu kalau hidup dengan passion lebih menyenangkan dan aku bukan tipe yang suka ngantor pergi pagi pulang malam, meski aku sudah telat keluar kantornya karena ga senekat kalian berdua, hahahha semoga aku bisa seperti kalian kedepannya. thanks

    1. Halo Riawati, salam kenal 🙂

      Hihi bener banget. Ga ada istilah telat ga telat sih menurutku 😉 Yang lebih cepat keluar dari dunia kantor belum tentu lebih baik hehehe.

      Amin! Kami juga masih banyak belajar kok 😉

  12. Seneng ya kalo punya pasangan yang enggak nuntut mesti gini mesti gitu, melainkan membebaskan kita menjadi diri sendiri versi terbaik. 😉 eniwei, selamat honeymoon jilid ketiga yah buat kalian berdua 😁 bahagia selalu!

  13. aku paling suka bagian ini:
    “Kami nggak mau mengorbankan 20 tahun masa muda kami supaya bisa menikmati 20 tahun masa tua. Kalau masa tua itu nggak ada gimana? Mending sebisa mungkin kita coba nikmati 40 tahun itu kan 😉”
    cheers Sharon, good luck for your life!

      1. Hihihi makasih kaaakkk! Awalnya aku ragu mau post gak ya, tapi akhirnya post juga nih artikel. Ternyata banyak yang baca uuu ❤

        Makasih ya doanya! Iya, bersyukur karena dapet partner kayak Fred jadi berani coba ini itu. Kalo sendirian mgkn jg ga seberani itu sih kak hihi.

  14. Hi Sharon!

    I have been reading some of your blogs and this one is a really inspiring story you wrote, you both seemed really free and happy with your lives! I too am trying to live my own life without caring what other people are saying. Good luck ya moga2 bisa nulis honeymoon jilid2 berikutnya ampe ratusan! hehe

    1 pertanyaan ya, kalo dari kamu, ada step by step tips untuk bikin itinary saat traveling ke tempat yang bener2 baru sama sekali? Atau ikutan tur ajakah biar lebih aman? Thanks before!

    1. Wah, thank you Darmin!!! I’m so glad that you find my story inspiring. I hope it creates positive impacts to you.

      Amin! Hihi.

      Nah jujur aku blom pernah pake tur sih. Karena jadwal aku lebih fleksibel dan kalo pake tur, singkat banget waktunya jadi cuma bs pergi ke teman2 touristy aja 🙂
      Kalo itinerary jg aku cuma bikin kasar aja. Paling cuma ngelist aja tempat2 apa aja yang pingin aku kunjungi. Kadang udah sampe disana baru aku nyari via Foursquare atau TripAdvisor 😆

  15. Ceu Sharooon ternyata udah married?!?!? *pura pura baru tau :p
    Aku sukaaaak baca artikel ini! aku bacanya dipesawat pula dengan airplane mode pastinya.

    Aku setuju banget, jangan pernah takut untuk nyobain apa yang dipikirin!! and i do that! keluar dari kantor yang banyak banget energi negatifnya dibanding energi positif. Dan sekarang aku merasa makin produktif ngerjain hal – hal yang aku sukaaaak !

    Salam buat mas suami ya ceu, bilang aja dari adiknya Raisa :p

    1. TARIIII GA USA PAKE NAMA NAMA RAISA DEH!!!
      Wakkakakakakaka.

      Aw awwww maacih udah baca cerita akoh.
      Yup setujuuu! Kalo kelamaan dikelilingi orang2 berhawa negatif, lama2 kita jadi syeton juga bok pikiran dan bawaannya negatif mulu.

      Seneng deh sekarang kamu udah keluar dari lingkaran syeton dan bisa ngerjain kegiatan yang kamu suka!! yayyy.

      Gak mau salamin buat mas suami ah.

  16. Kalian berdua memang cocok sekali dan jadi pasangan panutanku! Long live and prosper dear Sharon and Fred! Semoga aku juga bisa menemukan teman yang sevisi misi dalam hidup yaaaa…

    Pssttt, aku baru tahu kamu jago sekali bikin cakeeeeee. Super laffff Sis :*

    1. Ihiiiiiy. Saking klopnya, kalo traveling berdua jd berasa traveling solo soalnya selera & keingiannya samaaaa hahahaha. Maacih yaaaa Sattttt. ❤ I pray the best for you!

      Oh iya dooonggg XD Bakat tersembunyi yang sekarang ga tau deh terkubur lagi apa nggak 😛

  17. Hi, kak Sharon!

    I’m new on your blog, dan langsung jatuh cinta sama postingan kak Sharon. You both are such a cute couple hihi.
    Aku dan pacarku punya motto yang sama dan kami juga suka banget travelling ala backpacker dan your posts literally open my mind banget. Semoga hubungan kami bisa as wonderful as yours!
    Keep writing and inspiring people yah kak ♡

    Love,
    Fernanda x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s