road trip australia

Road Trip di Australia, Bisa Ngapain Aja?

Australia itu ternyata luas banget ya. Kalo dilihat dari peta, luas daratan Australia dibanding Indonesia, itu beberapa kali lipat deh. Makanya kadang banyak orang yang roadtrip di Australia itu sampai berbulan-bulan, bahkan bisa juga setahun, saking luasnya!

Kami cukup beruntung kemarin bisa roadtrip selama 3 minggu dari Darwin ke Sydney. Rute kasarnya itu Darwin – Alice Springs – Ayer’s Rock – Adelaide – Canberra – Sydney. Dan ini juga pertama kali nya kami jalan-jalan di Australia!

Asiknya lagi, kami roadtrip bersama pergidulu yang memang sudah beberapa kali roadtrip di Australia. Jadi nggak stressful bagi kami – wong tinggal ngekor kok, hihi.

pergi dulu travel blogger
Sharon – Fredric – Adam – Susan

Dalam 3 minggu, banyak banget hal baru yang kami alami tiap hari. Tapi ada beberapa yang berkesan banget bagiku. Aku share dikit yah!

1. Jalan-Jalan ke Kakadu National Park, Tanah Suku Aborigin

Kakadu National Park ini adalah national park terbesar di Australia. Disini, budaya suku Aborigin masih kental sekali. Ada Aboriginal Rock Art, yaitu batu tua berusia puluhan ribu tahun yang ada lukisan suku Aborigin jaman dulu. Bahkan ada juga beberapa area di Kakadu National Park ini yang sakral, dimiliki oleh suku Aborigin dan kita sebagai orang luar, tidak boleh masuk ke area itu.

lukisan suku aborigin australia
Kelihatan kan lukisannya?

Banyak sih yang bisa dilihat disini. Kami menghabiskan 2 hari meng-explore Kakadu National Park. Spot favorit kami disini adalah Ubirr. Sunset disini cantik banget!

ubirr sunset australia

kakadu national park australia

kakadu australia

Untuk naik ke spot sunset di Ubirr ini, kita perlu naik “tangga” yang terbentuk dari bebatuan alami. Nggak terlalu jauh sih sampai ke atas. Cuma ada beberapa tempat agak terjal aja bagi aku yang salah kostum ini (pake short dress, hehe).

2 – Camping Bersama Kangaroo di Kosciuszko National Park

Di Kosciuszko National Park, ada satu camping site yang namanya Denison Camping Area. Tempat ini ini bener-bener tempat camping yang memorable banget bagiku. Disini, kami bertemu banyaaaak banget kangaroo! Dari yang besar banget (kayaknya ketua geng deh, hihi), sampe yang kecil. Mereka aktif sore hari sampai pagi. Kalo siang, pada ngilang tidur di suatu tempat.

camping dengan kangaroo di australia
Pretty camping spot!

Susahnya, mereka ga bisa dideketin karena bakal kabur. Jadi cuma bisa nonton dari jauh deh. Dan sayangnya lagi, aku nggak bisa foto mereka karena ga punya lensa yang zoom-nya super itu loh. Jadi cuma bisa bengong nonton mereka deh, hihi. Tapi tentu saja, @pergidulu gercep banget ngefotokin makhluk yang lucu ini.

Lucu ya!

Disini kemarin kebetulan sepi banget, cuma ada kami ber-4, dan 1 mobil lain yang sudah tiba lebih awal dari kami. Jadi total cuma ada 3 mobil yang parkir disini. Padahal tempatnya luas banget. Jadi berasa camping di lahan pribadi, hihi.

road trip di australia
Disini dingin banget, peanut butter sandwich dan chai latte kami dingin seketika

Sore itu, kami makan peanut butter sandwich dan chai latte, tapi disana kemarin dingin banget. Suhunya sekitar 4 atau 5 drajat dan kalau pagi, minus. Jadi snack dan makan malam kami cepet banget dinginnya.

kosciuszko national park new south wales australia

3 – Masak Makan Siang di Taman Kota

Fun Fact: banyak taman kota di Australia yang dilengkapi dengan fasilitas BBQ. Gratis! Kami senang sekali kalo lagi mampir istirahat di taman kota, eh ada alat BBQ nya! Langsung deh masak pake alat ini. Biasanya, setelah selesai dipakai, kita harus bersiin lagi sampai benar-benar bersih supaya bisa dipakai lagi oleh orang selanjutnya 😉

Willow Park di Griffith, New South Wales
Willow Park di Griffith, New South Wales
gundawai new south wales travel blog
Taman Kota di Gundagai, NSW
bbq di taman australia
Masak salmon, telor setengah mateng & veggies!

Aku masih inget nih ada percakapan ini.

Adam: “Hey Sharon, do you wanna use the barbie?”

Sharon: “… sorry, the what?”

Susan: “Hahahahaha dia ga tau barbie!”

Sharon: “…..”

Jadi ternyata, barbie itu bahasa slank di Australia, yang artinya Barbecue (BBQ)! Oalah..

4 – Nonton Sunrise & Sunset di Uluru

Salah satu icon Australia yang paling banyak kita lihat di kartu pos (selain Opera House) itu Ayer’s Rock, atau disebut juga Uluru.

ayer's rock uluru australia

Aku ga ngerti kenapa Ayer’s Rock (Uluru) ini terkenal banget. Tapi emang besar dan iconic banget! Konon katanya Ayer’s Rock ini sakral bagi suku Aborigin. Mereka percaya akan kekuatan spiritual yang ada disana.

travel ke uluru australia

jalan jalan ke uluru ayer's rock australia

Ciri khas dari Ayer’s Rock ini adalah, warna nya bisa berubah-ubah tergantung sinar matahari. Jadi momen yang dinanti-nantikan banyak orang adalah moment sunset disini. Karena asli, warnanya bakal cantik banget! Dari coklat tua, berubah jadi keemasan, bahkan ke pink-pink-an, sebelum akhirnya gelap bersamaan dengan terbenamnya matahari.

indonesian travel blogger
Ngemil sambil nungguin sunset
sunset di uluru ayer's rock australia
Sunset moment – berubah jadi pinkish warnanya

Di Uluru, ada beberapa track untuk jalan mengelilingi batu tersebut. Tapi ada juga yang nakal mendaki ke atas batu. Ada sih beberapa larangan karena katanya berbahaya. Tapi memang ada yang berhasil manjat ke atas batu dan turun lagi, padahal terjal banget.

5 – Berenang di Air Terjun Alami

Hari pertama roadtrip, kami nginep di Litchfield National Park. Nah, disana ada satu air terjun yang asik banget, namanya Florence Falls.

Florence Falls australia

Kalo disini, jujur, aku agak takut sih awalnya. Apalagi di Litchfield National Parks ini katanya ada buaya.

Tapi… disini banyak ranger yang rajin ngecek kondisi buaya. Jadi di tempat-tempat berenang, biasanya ada papan Crocodile Safety yang nunjukin kalau tempat ini crocodile free or not. Di Florence Falls ini, aman untuk berenang kecuali saat musim banjir. Nah kalo lagi banjir, ada buaya datang entah dari mana.

travel blogger indonesia sharon loh

australia travel blog

Seger!

6 – Mampir ke Kota Tua Hermannsburg

Hermannsburg ini salah satu kota tua yang menjadi settlement suku Aborigin di Northern Territory. Uniknya, kota ini dulu dibangun dengan gaya ala Jerman. Namanya pun Jerman banget kan.

hermannsburg di australia

kota tua aborigin australia

Bangunan-bangunan tua disini masih terawat banget, emang sih sempet di restorasi tapi tetap mempertahankan gaya nya yaitu gaya abad ke-19. Bahkan bangunan-bangunan tua disini masih berfungsi loh. Ada yang digunakan sebagai rumah, sekolah, gereja, bahkan cafe.

gereja tua australia
Humble old church

Lucu deh kalo diperhatiin, bangunannya itu nggak lurus, ada yang bengkok-bengkok dindingnya. Jadi keliatan tua banget.

Yang menarik adalah “Kata Anga Tea Rooms”. Tempat ini berfungsi sebagai cafe sekaligus museum yang memamerkan barang-barang antik serta lukisan watercolor.

Bangunan tua yang dijadikan cafe di Hermannsburg
Bangunan tua yang dijadikan cafe di Hermannsburg

cafe di hermannsburg australia

7 – Trekking di Kings Canyon & MacDonnell Ranges

Sebagai orang yang belum pernah trekking sebelumnya, aku hampir nyerah waktu diajak jalan di Kings Canyon. Bayangin aja, disini ada tanjakan yang namanya Heart Attack Hill. Dan itu adalah permulaan dari jalur trekking kami di King’s Canyon.

Aku hampir muter balik turun lagi karena shock dengan tanjakannya. Tapi untungnya Fred, Susan & Adam terus menyemangati supaya aku ga nangis di tengah jalan, lol.

Di Kings Canyon, kami jalan di jalur Rim Walk selama kurang lebih 4 jam, sekitar 6 km panjangnya. Jalannya itu di atas bukit. Jadi pertama-tama emang harus naik dulu di jalur tangga “Heart Attack Hill” itu. Tapi kalo udah nyampe di atas, jalannya sih relatif gampang.

travel ke kings canyon australia

kings canyon heart attack hill
Akhirnya melewati Heart Attack Hill!

Selain King’s Canyon, tempat lain yang ga kalah cantik itu menurutku MacDonnell Ranges. Disini pegunungannya lebih panjang lagi, jadi kalo mau ditelusurin jalan di atas bukit, bisa berhari-hari. Kami sih cuma jalan ke jalur yang pendek banget, sampe ke atas terus turun lagi.

8 – Melihat Milky Way

Pengalaman ini sih yang paling nggak bisa aku lupain. Seumur-umur mana pernah liat milky way. Tapi pas roadtrip di Australia kemarin, sering banget! Karena emang camping nya itu di tempat yang sepi banget, jauh dari kota. Bahkan jauh dari kota kecil, jadi emang nggak ada polusi cahaya. Lampu jalan aja ga ada, hihi.

milky way australia
Campervan kami, parkir di bawah langit bertabur bintang
cara foto milky way
Taken by Adam @pergidulu

api unggun australia road trip

We definitely miss a night like this! Makan malam di depan api unggun, sambil ditemani milky way. We feel blessed.

9 – Menikmati Pemandangan Selama Perjalanan

Perjalanan darat di Australia bikin kangen deh. Gimana nggak, tiap kita berpindah dari satu daerah ke daerah lain, suasananya berubah.

road trip di australia

road trip di australia

Pemandangan road trip australia

bukit di australia pemandangan
Bukit bukit yang indah

travel blog tentang australia

Ada yang gurun gersang tapi instagenic, ada yang hijau banget, ada yang penuh bebatuan, ada juga yang seperti bukit di lukisan, ada domba nya!

Yang paling aku suka, itu ketika sunset. Karena sambil nyetir, langit pun berubah jadi warna cotton candy sebelum akhirnya gelap.

cotton candy sky australia

travel blog tentang road trip australia

Who can complain kalo pemandangannya secantik ini? 🙂

Semoga jadi lebih punya gambaran ya tentang roadtrip di Australia. Aku sendiri, pingin sih roadtrip disana lagi. Karena walaupun kami jalan-jalan ke daerah yang jauh dari kota, semua infrastrukturnya bagus. Dan aman banget. Jadi ga serem kalo camping di tengah hutan cuma dua mobil.

Semoga suatu saat aku dan Fred bisa roadtrip dan camping juga di Indonesia, yang alamnya pasti ga kalah bagus!

***

Kalo kalian tertarik untuk roadtrip di Australia, baca juga deh artikel ini:

Safe travel!

 

Cheers,

Sharon Loh
Instagram | Facebook  | Youtube |  Twitter   
Email: lohh.sharon@gmail.com

Iklan

14 pemikiran pada “Road Trip di Australia, Bisa Ngapain Aja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s