5 Hal Menarik Tentang Tingkah Laku Orang Sydney

Disclaimer : Cerita ini adalah tulisan temanku, Velysia Zhang 😁

Selama setahun saya banting tulang sebagai pejuang WHV di Australia. Selama setahun itu juga saya kerja dan hidup di Kota Sydney

Pekerjaan saya sebagai waitress di café maupun restoran menuntut saya untuk harus selalu ramah dan berbasa-basi dengan customer. Yep, rata-rata pelayan di Sydney super friendly and suka ngajakin ngomong. 

Setelah saya perhatikan, ternyata orang lokal Sydney yang juga disebut dengan Sydneysider punya tingkah laku yang cukup menarik. Mungkin tidak semuanya begitu, lebih pada umumnya saja yang saya temukan.

Lanjutkan membaca 5 Hal Menarik Tentang Tingkah Laku Orang Sydney

2020 : We Move To Bali

Haiii hai, apa kabar kalian semua? Sudah lama rasanya aku nggak update-update kehidupan, hehe.

Sudah satu tahun kami pulang dari Australia ke Indonesia. Selama itu, kami sempet jalan-jalan ke Jepang (nanti aku mau tulis ahh ceritanya di blog kalo lagi nggak sibuk), Chiang Mai & Malaysia. Setelah itu, kami pulang ke Jambi, sambil merencanakan studi bahasa mandarin di China.

Seharusnya studinya dimulai bulan Februari 2020. Kami juga sudah daftar & sudah diterima di sekolah tersebu. Tapi eh…. covid melanda.

Lanjutkan membaca 2020 : We Move To Bali

Kawaguchiko, Japan

Kawaguchiko – wow. Aku ga nyangka kalo ini bakal jadi kota favorit aku di Jepang sejauh ini. Mungkin karena kami belum banyak explore kota-kota lain di Jepang kali ya selain Osaka, Kyoto & Tokyo. Jadi ga punya gambaran kota2 lain seperti apa. Dan aku emang suka kota kecil yang ga rame, jadi Kawaguchiko ini tempat yang ideal banget untuk aku.

Aku dan Fred nginep di Kawaguchiko selama 3 hari (setelah sebelumnya kami traveling bareng mami papi Karen & bibi selama 2 minggu di Kyoto & Osaka).

Lanjutkan membaca Kawaguchiko, Japan

Belajar Mancing di Tasmania

Wah ga berasa udah lama banget sejak terakhir kali aku update blog. Udah 2 bulan aja! Dan ga berasa aku dan Fred udah 7 bulan tinggal di Tasmania. Kalo ditanya betah ga? Wah betah banget. Bahkan si mami pernah nanya : “Jadi udah selesai masa2 adaptasinya nih?” Terus aku bingung, iya ya, aku dan Fred kyknya ga pake adaptasi2an segala, langsung betah dan nyaman aja gitu pas pindah kesini.

Beberapa minggu yang lalu, aku dan Fred jalan2 bareng Ci Evi dan keluarga. Gemes anaknya dua lucu bangetttt. Trus, karena si suaminya ci Evi (ko Andrew) suka mancing, aku dan Fred diajarin deh. Awalnya coba2 aja iseng pake pancingan dia. Terus lama2 ketagihan juga. Sampe akhirnya Fred beli pancingan sendiri dan mulailah…. masa2 sore2 kami suka pergi mancing. Udah macem om-om aja nih hahaha.

Lanjutkan membaca Belajar Mancing di Tasmania

Pengalaman Camping di Tasmania

Hai hai! Aku dan Fred baru aja pulang nih dari trip singkat kami 3 hari roadtrip di Tasmania, plus camping untuk pertama kalinya! Kebetulan aku punya 4 hari day off (lagi libur sekolah dan juga Selasa – Jumat itu bukan hari aku kerja part-time), jadi aku dan Fred jalan2 deh selama 3 hari.

Jalan2 kali ini beda dengan biasanya, soalnya kali ini kami camping tidur di tenda. Sebelumnya kalau roadtrip di Australia, kami selalu pakai campervan (baru dua kali sih), jadi masak & tidur di campervan. Tapi kali ini, karena punya city car disini, kami pikir, ngapain ya sewa campervan. Mending pake mobil sendiri aja, tapi ntar tidur di airBnB atau dimana gitu. Rencana awalnya sih begitu.

Terus eh, ditawarin tenda oleh housemate kami. Mereka punya tenda, air bed (itu loh, matras yang bisa dipompa), dan sleeping bag nganggur. Yaudah deh kami pinjem! Kalo tanpa mereka, kayaknya kami ga coba camping deh kemarin. Males banget kan kalo harus beli semua perlengkapannya, terus belum tentu juga kami suka, takut mubazir entar peralatannya.

Lanjutkan membaca Pengalaman Camping di Tasmania

Kenapa Tasmania? (Plus Curhatan Random)

Gila, udah lama banget aku ga update blog yah! Tinggal di Tasmania bener2 mengubah lifestyle aku sih. Sekarang aku setiap hari masak – sehari 3 kali! Woo, kalo di Jambi boro-boro. Paling masak sekali. Kalo malam sering keluar pergi makan, soalnya makannya enak2 dan murah sih. Begitu sampe kesini jadi kaget perasaan kerjaannya masak mulu, haha. Selain jarang jalan, juga kami ga pernah ke bioskop sekarang! Hahaha, ngafe juga super jarang.

Kemarin2 ada yang nanya nih di DM Instagram, kok pilih Tasmania? Terus aku jadi mikir… iya juga ya kenapa ya?

Jadi begini….

Lanjutkan membaca Kenapa Tasmania? (Plus Curhatan Random)

Main Salju di Tasmania!!! Travel More. Explore More (Info Kompas Travel Fair 2018 by CIMB Niaga)

Minggu lalu ada yang nanya di DM : “Kak, ini bulan Agustus kok bersalju gitu, bukannya harusnya summer ya?”

Ini juga aku bingung awalnya, ternyata Australia kebalik bok musimnya! Karena letaknya di selatan, jadi winternya itu di pertengahan tahun dan summer-nya di akhir tahun. Jadilah kami main salju di bulan Agustus.

Pertama kali main salju, waktu itu di Mt Field tapi singkat banget karena jalanannya super licin dan kami ga ada persiapan sama sekali. Ga punya snow chain untuk rantai ban gitu (biar ga licin), jadi cuma numpang pegang salju dan foto dengan salju bentar di pinggir jalan, terus muter balik turun gunung. Habis itu… tentu saja ke cafe untuk ngopi-ngopi cantik sebentar.

Terus… minggu lalu banget nih aku baru balik dari Hartz Mountains National Park. Aku suka banget dengan tempat ini!

Lanjutkan membaca Main Salju di Tasmania!!! Travel More. Explore More (Info Kompas Travel Fair 2018 by CIMB Niaga)

Bedanya Hidup di Australia vs Indonesia (Serta Tips Hemat Hidup di Australia)

Ternyata benar kata orang-orang, hidup di negara seberang itu berat juga ya. Selain jauh dari keluarga (yang biasanya bisa saling membantu), penghasilanku juga sekarang pas-pasan untuk tinggal di sini (duh curcol). Tapi aku senang!!! Karena sebenarnya aku emang ga suka keramaian (dengan kata lain, hidup jauh dari orang-orang yang dikenal lumayan bikin “tenang” dan “nyaman” karena ga ada yang kepo dan komentar sana sini muahahaha).

Btw, sekarang aku dan Fred tinggal di Hobart, Tasmania. Kok bisa? Karena kami daftar Work & Holiday Visa, jadi kami bisa tinggal selama 1 tahun sambil kerja part-time.

Lanjutkan membaca Bedanya Hidup di Australia vs Indonesia (Serta Tips Hemat Hidup di Australia)