Drama Visa Australia Ditolak

Sebelum akhirnya aku dan Fred mendapatkan Visitor Visa untuk #HoneymoonJilidDua minggu depan, visa application kami sempat ditolak. Aku cerita dikit yah tentang pengalaman apply visa visitor Australia kemarin. Kenapa sampe ditolak, dan gimana kami re-apply sampai akhirnya visa kami diterima. Mana tau ada yang lagi mau apply visa juga, atau lagi galau visanya ditolak. Siapa tau bisa mendapatkan insight, hehe.

Rencana Perjalanan

Jadi ceritanya, aku & Fred udah rencanain mau honeymoon di Australia selama satu bulan. Kami bakal melakukan roadtrip dari Darwin ke Sydney bareng @pergidulu. Rencana ini sudah kami pikirkan sejak lama, sebelum menikah bahkan. Kalau nggak salah, sejak pertengahan Oktober lalu.

Kami udah beli tiket PP dan juga booking campervan yang akan kami gunakan selama roadtrip nanti. Dan bodohnya lagi, kami udah bayar full saking pedenya bakal mendapatkan visa dengan mudah. Duh.

Apply Visa Pertama (via Tour Agent)

Karena bulan-bulan lalu itu kami sempet sibuk ngurusin pernikahan dengan segala dramanya, kami baru sempet apply Visitor Visa itu tanggal 17 April 2017. Waktu itu, kami apply melalui salah satu tour agent di Jakarta karena kami pikir lebih nggak repot (padahal sama aja sih!) dan lebih terjamin bakal diterima karena mereka sudah berpengalaman apply visa. Intinya, kami terlalu banyak asumsi, hehe.

Kami baru mendapatkan kabar kalau visa kami ditolak itu tanggal 22 Mei 2017. That’s more than a month of waiting. Padahal, kalau apply langsung di VFS (yaitu Visa Application Center yang ditunjuk oleh embassy untuk ngurusin visa), harusnya Visitor Visa (Subclass 600) itu selesai dalam 15 hari kerja, maksimal.

Gila kan bedanya. Dari 17 April sampai 22 Mei nunggu dan akhirnya kami ditolak. Hiks. *sakit nya tuh disini*

Ini alasan penolakannya : 

Under migration law, an application is made for a class of visa and your application must be considered against the criteria for all subclasses within that visa class.

Even though the final balance on the bank account evidence you have provided shows a larger amount, I note that there is a sudden increase just prior to the lodgement of your visa application. I am therefore unable to establish that you have the full control of a regular and reliable income to support yourself for the perior of your intended visit.

Jadi intinya, uang di rekening kami itu terlalu naik turun drastis dan kesannya seperti pinjem uang gitu kali yah. Naik turunnya itu karena kemarin kami dikasih suntikan dana dari ortunya Fred untuk biaya nikah. Dan langsung dipake lagi untuk bayar ini itu. Sialnya, kami nggak kepikir kalo masalah dana ini bakal jadi masalah.

Kami shock dong, soalnya kami udah beli tiket untuk ke Darwin tanggal 5 Juni. Dari tanggal 22 Mei sampai 5 Juni itu nggak sampe 15 hari kerja. Jadi kalaupun kami mau reapply, kayanya waktunya nggak cukup deh! *mulai drama bareng Fred*

Kami udah nyerah duluan. Karena toh nggak cukup waktunya. Jadi kami cari cara supaya setidaknya biaya campervan kami bisa di-refund sebagian. Kami udah email, ternyata nggak bisa, huhu. Yowes.

Terus tiba2 si @pergidulu nge-push kami. “Udah daftar lagi aja daripada hangus kan sayang. Siapa tauuu, kali ini dengan dokumen yang lebih lengkap, kalian diterima. Nanti Adam bantu bikin invitation letter biar lebih afdol.” Kira-kira begitu yang mereka katakan.

Apply Visa Kedua (via VFS)

Tanggal 22 Mei malam, kami langsung melengkapkan dokumen. Ini dokumen tambahan yang kami ajukan waktu apply ke-dua kalinya :

  • Cover Letter, isinya menjelaskan kenapa uang di rekening naik turun, sekarang kondisi finansial kami gimana, di Australia mau ngapain aja, dan apa ikatan kita ke Indonesia (misal: punya bisnis kah, atau apa).
  • Invitation Letter dari Adam, yang menjelaskan bahwa kami kesana mau berkunjung ke tempatnya dan mau road trip bersama.
  • Itinerary
  • Bukti ikatan kami ke Indonesia, yaitu :
    • Bukti kepemilikan kendaraan
    • Bukti kepemilikan apartemen
    • Surat ijin usaha orang tua
    • NPWP

Banyak ya tambahannya. Beda banget dengan waktu kami daftar via tour agent, dari sisi kelengkapan dokumen.

Jadi, tanggal 24 Mei kami ke Jakarta dan langsung apply lagi di VFS. Kali ini nggak pake tour agent lagi.

Bedanya via tour agent versus langsung di VFS kemarin yang kami rasakan, kalau di tour agent agak di discourage untuk kasih dokumen tambahan pendukung. Mungkin supaya mereka nggak repot ngurusin tambahan dokumen yang banyak itu. Padahal dokumen pendukung itu penting untuk menjelaskan tujuan kita ke Australia apa, dan untuk meyakinkan bahwa kita akan pulang ke Australia sebelum visa kita expired.

Kalau di VFS, jelas. Ada checklist apa saja yg dibutuhkan, apa saja yang kami ajukan. Jadi kelihatan dengan jelas apa lagi yang masih bisa kami ajukan untuk mendukung aplikasi ini. Petugas di VFS juga lebih kooperatif. Mereka notice bahwa kami akan berangkat tanggal 5 Juni dan waktunya sudah agak mepet, jadi mereka tempel pesan “post it” gitu di berkas aplikasi kami, supaya pihak embassy tau kalau application yang ini agak urgent. Bravo bravo! *sembah sujud*

Setelah dipikir-pikir, VFS kan agent juga ya. Agent resmi lah istilahnya. Mereka itu jadi seperti perantara kita & embassy. Jadi aneh aja kenapa kemarin kami pake tour agent segala, malah bikin rantai komunikasinya makin panjang. Pantesan aja nunggu sampe sebulan lebih kemarin.

Visa Granted! Yay!

Singkat cerita, setelah apply tanggal 24 Mei kemarin, tanggal 30 Mei kami dapat email bahwa Visitor Visa kami sudah granted! Cepet banget cuma 5 hari kerja! Amazing!

Lesson learned kami : lain kali nggak usah apply via tour agent lagi. Repot nya sama, malah kalau di tour agent, passport kami ditahan. Kalau via VFS, passport langsung di bawa pulang lagi. Karena visanya dikirim via email.

Sekian! Semoga membantu yah untuk bacaan tambahan sebelum apply visa juga. Mau packing dulu ah siap2 Honeymoon Jilid Dua! Hihihi.

Fredric Sharon

Btw, big thanks to @pergidulu, karena kalo nggak dipaksa sama mereka, kami mungkin nggak re-apply lagi karena udah nyerah duluan. Hehe, thank you yah, and see you soon! 🙂

*** 

Sharon Loh
www.fredricsharon.com
Facebook  |  Twitter  | Instagram
Email: lohh.sharon@gmail.com

Advertisements

31 thoughts on “Drama Visa Australia Ditolak

  1. congrats ce! hihi iya emang lebih gampang langsung ke VFS kalau ada waktu luang. Tapi kalau gak mau repot, ya lewat agent jadi kita ga perlu kesana dan antri. Tapi kok passport di tahan sih? Seharusnya H+1 apply, agentnya balikin ke kita (Khusus Aussie) karena sudah E-Visa.. Btw ce, kalau re-apply berarti bayar lagi ya? Atau hanya banding yang Visa di reject sebelum nya? Soalnya baca2, kalau Schengen, misalnya kita ditolak, kita boleh banding kasih tambahan dokumen, dan gak bayar lagi #cmiiw

    ps : seru banget doubledatehoneymoon naik campervan! #mupeng

    1. Thank you Nov!!!! Hihihi.

      Iya enaknya di agent sih karena ga perlu ngantri hehe.
      Tapi ga tau kenapa kok kemarin di tahan ya passportnya. Mungkin beda agent, beda regulasi.

      Iya Nov kemarin bayar lagi 😦
      Kalau banding gimana caranya yah? Aku juga kurang ngerti sih mungkin prosedurnya beda.
      Kalau kemarin kami bener2 kayak ulang ngantri dan apply dari awal gitu.

      Hihihi ditunggu cerita tentang road trip nya! :*

  2. whuaaa kebayang sedihnya pas visa ditolak, karena dukun ga bisa betindak #halah #apeu
    aku selama ini juga lebih sreg apply visa sendiri, lebih lega aja rasanya meskipun pastinya lebih repot tapi paling gak kalo ada apa2 bisa langsung ditangani sendiri. Selamat ber-road trip Honeymoon yaaa….duhh pasti seru banget!

    1. Hahahahaha iyahh! Hancur berkeping2 hatiku udah ngarep2 nunggu sebulan gitu kan 😅

      Iyah aku jg kapok deh next time semua urus sendiri aja biar afdol hahaha

      Hihi makasih yaaaa!! Ditunggu cerita road trip nya yesss yang jelas ntar bakal jarang mandi lol

  3. ckckckckck dramaaa banget sih, kasian ahhahahahaha
    Jadi bakalan 3 bulan full di Australia? atau cuma 1 bulan untuk trip Darwin – Sydney?
    see you soon next year yaaaa

      1. Belom, tapi udah tau mau masuk ke college yg mana sih, yaaah yakin cuma sebulaan? duh aku pengen bgt ke Uluru :(( dan kamu pas banget sih emang bulan ini ke jalan dari Darwin ke Sydneynya, soalnya waktu terbaik ke ayer’s rock emang pas winter soalnya pas lagi summer bisa sampe 40an derajat gitu. SIAPIN JAKET TEBEL takut dingin bangte di Uluru yaahh

      1. Kemaren aku bikin di Medan, dibantuin sama Australian Embassy. 7 hari kelar. Australia ini salah satu yg proses bikin visanya aku seneng deh, apalagi gak perlu ke Jkt. Bantu bgt utk anak daerah

  4. Iyaa, pake VFS emang lebih cepet dan ramah anak daerah. Aku yg di bali ngga usah jauh2 apply ke jkt 😁
    Have fun honeymoonnyaa~ boleh kabarin saya kalo ke sydney 😁

    1. Hihihi enak yah di Bali ada VFS juga kah?
      Di Jambi nggak ada huhu (yaiyalah) jadi kmrn aku apply di Jakarta.

      Makasihhhh! 😀
      Kamu tinggal di Sydney? hihi

  5. Dear Mbak Sharon

    Boleh minta contoh surat yang menerangkan : Cover Letter, isinya menjelaskan kenapa uang di rekening naik turun. Karena saya mau apply visa dan mempunyai case yang serupa dengan Mbak. Thanks a lot

    1. Halooo Aditya,

      Wah kyknya isinya terlalu personal untuk aku share hehe. Tapi intinya ada bagian2 ini :

      1. Introduction
      2. Purpose of Trip (jelasin kapan ke sana, kapan pulang, mau ngapain aja, udah booking apa aja)
      3. Financial Status (jelasin kira2 di Australia bakal keluar duit berapa dan kita punya berapa di tabungan, kalau kurang bisa jg ditulis ortu bisa mensponsori sebagian. Tapi mungkin harus bikin surat 1 lagi dari Ortu yang menerangkan ttg itu)
      4. Return to Indonesia (jelasin kenapa kita bakal pulang ke Indo, apa ikatan kita di Indo : punya bisnis atau kerja kah?)
      5. Contact (kasih nomor contact / email kita, supaya kalau ada apa2 / ada yang meragukan, mereka bakal nanya kita dulu, ga langsung reject).

      Paling itu aja yang bs aku kasih hehehe semoga membantu yah! Dan semoga lancar pembuatan visa nya 🙂

    2. Ohya ketinggalan, yang soal uang naik turun,

      Itu di rekening suami, jadi di cover letter dia dijelasin kalo itu duit dapet dari ortu nya untuk keperluan nikah. (terus kami attach juga bukti nikah & undangan nikah supaya tau tanggal nya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s