#HoneymoonJilidDua Part 1 – Darwin

Yay! Akhirnya bisa nulis catatan perjalanan #HoneymoonJilidDua (Padahal yang jilid satu aja belum ditulis, duh).

Sebenarnya aku bingung banget gimana ceritainnya, soalnya road trip kami itu 3 minggu lamanya. Dan banyak banget yang pingin aku tulis! Kalau diringkas menjadi satu artikel, kok kayaknya banyak cerita yang dibuang yah, sayang.

Jadi akhirnya aku memutuskan untuk nulis cerita honeymoon kami per bagian, supaya lebih detil dan lengkap dan berasa feel nya – supaya kalian berasa seperti baca diary orang gitu! And then, at the end, aku bakal nulis itinerary lengkap & beberapa tips and trick (yang sampai sekarang masih aku kumpulkan) yang mungkin berguna untuk temen-temen semua. Gimana, sounds good?  Iya-in aja yah.

5 Juni 2017

Tanggal 5 Juni 2017, aku dan Fred berangkat ke Batam dari Jambi. Dari Batam, kami melanjutkan perjalanan ke Singapore menggunakan ferry. Sampe di Singapore, udah jam 12 siang. Setengah hari hilang, just like that. Fiuh, capek.

Sempet ketemuan with my sis and Fred’s sis di Changi Airport, Singapore.

Dari Singapura, kami melanjutkan perjalanan ke Darwin menggunakan JetStar pukul 23.00 malam. Kebayang kan capeknya? Udah luntang lantung seharian di Singapura, terus naik pesawat tengah malam. Nyampe di Darwin pun subuh. Tapi mau gimana lagi, tiket yang murah itu ya tiket yang jam nya nggak enak begini, hihi.

6 Juni 2017 : Arriving in Darwin

Akhirnya setelah melalui drama Visa Australia kami ditolak dua minggu sebelum keberangkatan, kami sampai juga di Darwin, sekitar jam 5 pagi. Masih gelap banget! Di Darwin saat itu, matahari terbit pukul 07.00. Mungkin karena lagi winter yah.

Di airport, setelah melewati petugas imigrasi yang surprisingly friendly banget, ada petugas lain yang bertugas mengecek barang bawaan. Jadi kami ditanyain beberapa pertanyaan seperti :

What are you planning to do in Australia?

dan

Any food that you’re taking with you?

Dan aku pun menjawah : “Oh, yeah I do bring some instant noodle and coffee.

No fresh fruit or meat or anything like that?

No. *sambil senyum cengengesan*

Okay, you’re good. Have a good day!

Ternyata kalau ke Australia, kita nggak boleh bawa makanan mentah. Mereka ketat banget soal barang bawaan. Bahkan waktu kami road trip pun, dari Northern Territory ke South Australia, ga boleh tuh bawa buah / sayur / daging segar. Padahal cuma lewatin perbatasan antar state. Kebayang kan gimana ketatnya kalau mau masuk ke negaranya?

Di airport, karena ga bawa apa-apa dan ga keliatan mencurigakan, kami langsung lewat aja tanpa di scan barang bawaannya. Yay!

hostel di darwin

Aku dan Fred langsung jalan ke bagian depan airport dan disana sudah ada banyak taxi yang antri. Cus kami naik taxi untuk ke hostel kami, Dingo Moon Lodge . Eh, ternyata drivernya orang Timor Leste! Jadi dia ngerti sedikit bahasa Indonesia tapi sepertinya dia udah lama banget tinggal di Australia jadi ga terlalu bisa bahasa Indonesia.

Singkat cerita, akhirnya kami sampai di hostel sekitar 5.30. Karena kami tau bakal capek banget, kami pesan kamar untuk 2 malam (kami pesan via Booking.com karena setelah cross check sana sini, lebih murah disana). Tanggal 5 dan tanggal 6. Jadi tanggal 6 subuh itu kami udah bisa check-in. Yippie!

Dan karena masih gelap banget (sunrise jam 7 pagi), tentunya receptionist belum buka.

Tapi sebagai gantinya, mereka udah siapin kunci kamar kami di box yang ada gembok nya gitu. Dan sebelum kami naik pesawat dari Singapore, mereka kirim SMS yang isinya info tentang gimana caranya masuk ke hostel (dikasih tau password untuk gerbang utama), terus dikasih tau juga password untuk buka box yang berisi kunci kamar kami.

Pagi itu, kami berasa seperti pencuri karena masih gelap dan berdua obok-obok box yang ada gembok nya 😅 Setelah ambil kunci, langsung deh tidur 6 jam sampe jam 11.30 siang. Puas! Walaupun hostel, tapi ternyata nyaman. Ada sarapan juga seperti roti, berbagai selai, berbagai buah (anggur, apel, pisang, dll), kopi, cereal, dll. Tapi uniknya, self-service (termasuk nyuci piring sendiri juga setelah selesai makan!).

12.00 Brunch Time

Setelah bangun dan mandi, kami ketok kamar sebelah. Ternyata pasangan @PergiDulu udah siap! Langsung kami diajak jalan kaki ke pusat perbelanjaan di kota Darwin, yang ternyata kecil banget yah, untuk brunch di suatu cafe kecil namanya Four Birds.

brunch di Darwin Australia
Chicken Panini and Cappuccino

Aku pesen Chicken Panini & Cappuccino. Aneh, cappuccino nya ditanya “in a cup or in a mug?

Hmm, beda harga apa gimana yah? Tapi karena biasanya aku kalo pesen cappuccino selalu pake cup, jadi aku pesen yang cup aja deh. Mungkin mug lebih mahal juga sih karena lebih gede, not sure.

Setelah selesai makan dan ngobrol-ngobrol, kami jalan-jalan keliling kota.

Darwin Waterfront

darwin waterfront

where to go darwin

Disini ada wave pool, dan banyak juga orang yang main disini. Ada juga yang cuma berjemur doang. Kami sih, cuma liatin dari pinggir 😅

wave pool darwin
Wave Pool

Terus kami jalan-jalan ke taman. We were so amazed of the blue sky. Mungkin karena di Jambi jarang jalan-jalan kali yah, di dalam ruangan terus. Jadi jarang perhatiin langit. Atau emang langit disini bersih banget jadi keliatan jernih gitu? Hmm..

darwin city center

what to do darwin

what to do darwin

where to go darwin

darwin visitor information center

Dan mampir ke Visitor Information Center. Keren banget info center nya, ber-AC dan nyaman banget di dalam! *udik* Banyak brosur2, peta, majalah, yang bisa diambil gratis. Ada juga beberapa petugas yang bisa ditanyain kalau pingin nanya saran / info apapun.

Darwin Visitor Information Center
Darwin Visitor Information Center

Si pasangan @pergidulu tentunya langsung menuju ke meja petugas setelah ngambil beberapa brosur. Meanwhile, kami duduk di kursi kosong (yang ada mejanya) dan sibuk mengaktifkan SIM card yang baru kami beli. Aku bakal nulis tentang SIM Card juga di post tips and trick nanti yah. Kalau yang ini, khusus cerita curhatan ajah.

We're finally here! ❤️ . . . . #honeymoonjiliddua #sharontravelogueAustralia

A post shared by Sharon Loh ⭐️ Travel Blogger (@sharonlohh) on

Sunset Time @ Mindil Beach

Sorenya, kami jalan kaki ke Mindil Beach untuk nonton sunset.

Katanya Mindil Beach ini emang terkenal banget dengan sunsetnya. Dan di saat tertentu (coba cek jadwalnya di https://mindil.com.au/), ada yang namanya Mindil Beach Sunset Market. Sayang sekali waktu kemarin kami kesana lagi nggak ada marketnya. Pasti seru deh.

Tapi asik banget di sini, pantainya sepi dan bersih. Ada beberapa orang bawa anjing peliharaannya, main kejar2an, berenang. Liatinnya aja bikin happy!

mindil beach darwin

what to do in darwin

sunset di darwin

sunset mindil beach darwin
Fred

sunset in mindil beach darwin australia

Picking up the van!

Keesokan harinya, setelah sarapan di hostel, kami naik bus menuju Apollo untuk ngambil campervan yang sudah kami booking sebelumnya. Campervan ini bakal menjadi rumah kami selama 3 minggu ke depan. Excited!

darwin bus
Jalan ke bus station

darwin bus station

campervan di australia

 

And soon after, the road trip begins!

Ohya, banyak temen-temen yang penasaran dengan campervan, jadi aku bakal nulis tentang campervan secara lebih detil di post selanjutnya yah!

#HoneymoonJilidDua

*** 

Sharon Loh
Facebook  |  Twitter  | Instagram
Email: lohh.sharon@gmail.com

Iklan

9 pemikiran pada “#HoneymoonJilidDua Part 1 – Darwin

  1. Haha, aku ya dulu road trip di OZ, tapi cuma bentar sih huhuhu. Waktu itu ke Perth dan sekitarnya, dan pake mobil sedan sih, blm pernah nyobain campervan haha. Anyway, langit di OZ tuh emang biru banget ya, makanya aku demen bgt di sana :3

    Ngomong2 flight malam, aku jd inget, dulu ya sama sih, naik Jetstar, dan tengah malam jg hahaha. Milih itu soalnya direct flight sih ya.

    Jd pengen balik ke OZ lagi :-/

    1. Hahahaha kayaknya kalo road trip lagi, kami pingin nyobain pake sedan tapi yang ada tempat tidurnya 😛 Biar lebih irit bensin euy.

      Iya kenapa yah langit disana biru banget. Nge-foto nya jadi ga susah, udah bagus aja dari sananya uuu :3

      WAKAKKAKA iya kak timot, soalnya pilihnya yang direct dan MURAH. Yuk Yuk ke OZ lagiiii. Atau NZ juga aku pingin nih.

  2. Hi Ce Sharon, mau tanya, saat disana beli simcard local harganya berapa ya? Thankyou ! apakah ada traveler simcard ya? >.<

    1. Hai Novi!! Kemarin aku beli Telstra $50 itu 10GB. Agak mahal sih Telstra karena sinyal nya paling bagus (mirip Telkomsel gitu deh kayaknya). Nah karena aku perginya ke hutan2, jadi terpaksa beli Telstra deh lol. Tapi kalo di kota, coba cari Optus atau Vodafone. Lebih murah. Ada di web mereka masing2 kok info harganya coba cek ☺️

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s