Journal #1 – Finding My Passion

Nggak pernah terpikir selama ini kalau blogging akan menjadi pilihan karirku. Secara, aku bukan orang yang pandai menulis. Apalagi, dengan sifatku yang gampang bosan ini. Semua orang terdekatku udah tau.

Ah pasti cuma anget-anget tai ayam aja. Liat aja nanti.

Dulu waktu SMP-SMA, aku rajin latian biola. Iya, biola. Sempat terpikir untuk melanjutkan sekolah musik, tapi keraguanku lebih besar daripada keyakinan. Alhasil, aku akhirnya mengambil jurusan Teknik Informatika di ITB, Bandung. Saat kuliah, aku sempat bergabung di ISO (ITB Student Orchestra). Tapi cuma bertahan satu tahun aja. Setelah itu… jenuh.

The good old day ❤

Waktu SMA, aku juga pernah ikut latihan basket. Latihannya rutin 2 kali seminggu, pukul 19.00 di lapangan basket dekat rumah, hanya 10 menit perjalanan menggunakan mobil. Tapi lagi-lagi, cuma bertahan sebentar saja.

Pekerjaanku sebagai programmer, hanya bertahan selama 1,5 tahun.

Sayang lho kamu udah kuliah susah-susah, kok dilepas.

Tapi gimana ya, hatiku nggak disana. Aku tau itu. Aku cuma belum tau aja, apa yang sebenarnya aku suka. So I kept searching.

Setelah berhenti kerja sebagai programmer, aku mencoba usaha bisnis custom cake. Lagi-lagi, orang terdekat bilang begini, termasuk mama ku :

Paling nggak lama juga bosen

Dan bener aja. Tapi lumayan, @BAKEMORECAKES bertahan selama 2 tahun. Suatu achievement bagiku, karena ilmu cake ini awalnya aku pelajari secara otodidak!

Dari semua proses itu, akan ada yang punya pandangan :

Sayang ya, udah habisin waktu sekian tahun, ujung-ujungnya nggak diterusin

Wow, kamu salah besar. Dunia nggak sesempit itu, begitu pula dengan kapasitasmu. Justru semua proses itu adalah proses untuk menemukan apa yang sebenarnya kamu sukai, proses untuk menemukan passion-mu. Karena kalo nggak mencoba banyak hal, siapa juga yang tau sebenarnya kita suka apa, kan?

finding passion blogger indonesia

Kalau kamu mencoba suatu hal baru, tapi ternyata tiba-tiba kamu nggak suka atau kurang sreg aja, yaudah tinggalin. Jangan ga enakan sama orang lain. Jangan malu untuk mundur. Toh masih banyak hal yang bisa kita coba.

Hmm, setelah aku pikir-pikir lagi, semua hobi ku itu aku tinggalkan ketika hobi itu mulai terasa seperti beban.

Aku berhenti bergabung di ITB Student Orchestra karena waktu itu, aku capek dengan segala latihan rutin untuk konser tahunan. Hobby bermain biola yang tadinya aku rasa menyenangkan karena hanya aku lakukan di saat luang, berubah menjadi beban.

Sama dengan basket. Latihan yang tadinya aku anggap sebagai olahraga mingguan dan refreshing di malam hari, berubah menjadi latihan yang serius. Latihan yang menargetkan kami, para “pemain basket”, untuk ikut kejuaraan nasional.

Kalau soal programming, emang aku udah kurang sreg selama kuliah. Tau sendiri kan, di Indonesia, kita nggak bisa begitu aja pindah ke jurusan kuliah lain. Padahal, banyak dari kita yang nggak tau apa yang kita minati saat mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Yah, mau nggak mau dijalani saja.

Selama kerja pun, aku nggak terlalu enjoy juga. Dan aku merasa aku nggak terlalu ngerti dengan apa yang kerjain – walaupun ujung2nya selesai juga sih. Ditambah lagi suasana rutinitas kantor di Jakarta itu, bukan aku banget. Aku nggak betah.

Motto ku waktu itu

Fake it till you make it.

But I never made it, so I quitted.

Tapi aku berani berhenti kerja, karena aku tau, ada bisnis cake yang bisa aku jalankan. (Saat kerja, aku udah sambilan jualan cake sedikit). Jadi, aku pasti punya pemasukan lain jika tidak mendapatkan gaji dari perusahaan lagi.

Begitu pula dengan bisnis cake yang aku tinggalkan karena banyak tuntutan. Awalnya aku senang baking dan menghias cake. Tapi setelah orderan banyak berdatangan, rasanya semua seperti rutinitas saja. Nggak ada lagi hal-hal yang menyenangkan. Tersisa capeknya saja.

Setelah itu, aku memutuskan untuk istirahat sejenak. Off dari segala rutinitas itu. Dan saat aku menjalani hidup sehari-hari tanpa rutinitas, otomatis, aku mulai berpikir :

Apa ya yang aku suka lakuin, kalau punya banyak waktu begini?

Sampai akhirnya, aku kembali membuka blog-ku ini. Blog yang lama terbengkalai karena aku sibuk dengan kerjaanku sebagai programmer dan cake artist. Aku mulai catch up dengan teman-teman blogger lainnya, membaca cerita mereka. “Seru ya! Aku ingin kembali ke dunia blogging!”

Dunia blogging. Dunia dimana aku bisa menjadi diri sendiri. Aku bisa menuangkan apa yang aku pikirkan dan aku rasakan, ke blog-ku. Tanpa takut diomongin. Tanpa takut di-judge.

Belakangan ini, blog-ku banyak berisi cerita-cerita tentang wisata saja. Tapi aku ingin blog ini kembali banyak berisi curhatan-curhatan, seperti cerita yang sedang kalian baca ini. Aku ingin mengembalikan blog ini seperti blog jaman SMA dulu! Yang berisi banyak cerita-cerita lucu / pikiranku sehari-hari.

Aku ingin kedepannya akan ada Journal #2, Journal #3, dan seterusnya. Ah, senangnya kembali menulis dengan “bebas”!

Kadang, ada yang nanya nih

Sharon, gimana ya caranya memulai blog? Aku malu karena aku nggak pinter nulis tapi aku pingin jadi blogger.

Jangan malu. Just do it. But do it with passion. Toh kalau kalian merasa tulisan kalian belum enak dibaca, kalian nggak harus kasih tau orang lain kalau kalian punya blog.

Just make it, write it, and read it yourself.

Nanti kalau sudah percaya diri, baru deh di-publish ke teman-teman terdekat. Dan kalau ternyata blogging is not your thing, kamu bisa tinggalin kapan aja.

Dan sepertinya kalau ada yang nanya lagi, aku akan langsung kasih link artikel ini saja 😛

At Mount Merapi – taken by @patrishiela

Ohya! Sekarang aku lagi baca buku “Big Magic” by Elizabeth Gilbert. Baru setengah sih, tapi aku cukup terinspirasi dan termotivasi dari tulisannya.

Don’t be shy, do it passionately. And I wish you tons of luck!

⁘ ⁘ ⁘

Iklan

13 pemikiran pada “Journal #1 – Finding My Passion

  1. Uwaaaa kok kayak baca tentang diri sendiri ya. Ke sana ke mari, eee sekarang lagi-lagi nge-blog. Tapi bedanya blog yang lama udah lupa password nya. Jadilah bikin blog baru yang ini. Daaaan kepengen punya blog domain .com. tapi belom kesampean. Hope soon.

    Thank you for sharing ya…

  2. Wihiiii kak vidyyy

    Aku juga kangen berat sama blogger1 yang nulis tentang daily life nya, serasa blogger sejati gitu 😆😆

    Semoga langgeng sama journal 2 3 4 5 dst ya kaaak

  3. Bicara soal passion ini memang akan panjang dan lamaaaaa ya beb. Sampai sekarang aku juga masih meraba-raba aku ini mau ngapain, mau ke mana, makanya nyoba segala apa pun yang aku bisa. Hehehehe. Senang membaca ceritamu yang ini ❤

    1. Iyahhhh beb, emang suka bikin dilema yah. Nggak tau deh nih ntar kalo tiba-tiba males nulis (sama dengan kmrn tiba2 males bikin cake). Huaaaa

      Semangat terus for both of us!!!! ❤

  4. Iyap passion itu biasanya emang nggak kita temuin segampag itu sih ya mbak. Aku juga sering nyoba ini itu, tapi rasanya emang nulis di blog itu sesuatu yang…nyaman gitu.
    Aku suka quote nya deh mbak.
    Just do it, but do it with passion.

    1. Iyaaa, ini aja nulis ga tau deh bakal bertahan berapa lama 😅 Semoga aja awet ya kakkk.

      Setuju! Mungkin karena emang nyantai & suka nulis juga sih. Jadi tulisannya ngalir aja nggak pake berpikir keras.

      Thank you udah mampir yaaa 😀

  5. Aku dulu juga kuliah di Fakultas Teknologi Informasi, lulus kuliah kerjanya malah di restoran. Hahahaha. Abis resign rencananya mau serius belajar jahit, eh tau-tau malah ngeblog. Begitulah kita menemukan passion, selalu ada jalan yang berputar tapi akhirnya ketemu juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s