port arthur tasmania

Roadtrip Tasmania #2 – Port Arthur

Walaupun ada insiden pizza dan laundry semalam (haha!), tidur di camping ground kali ini nyenyaaaak banget. Mungkin karena udah mandi kali yah, jadi tidurnya dalam keadaan bersih dan seger, hihi. Padahal malam itu giliran aku dan Fred yang tidur di atas – sempit dan kasurnya ga seenak yang di bawah. Tapi tetep aja nyenyak.

Camping ground ini dekat dengan Port Arthur – tujuan kami selanjutnya. Nama camping groundnya : NRMA Port Arthur Holiday Park. Ada pilihan cabin, tent, atau tempat parkir. Yang tempat parkir pun ada 2 jenis : powered sites maupun unpowered sites. Nah, kami pilih yang unpowered site (ga bisa colok listrik ke campervan) karena emang ga butuh.

Jadi, pagi-pagi setelah bangun tidur, kami bikin sarapan di dapur bersama. Simple sih, cuma bacon & egg sandwich, with tomato & kale. Terus, tentu saja mandi lagi! Walaupun pagi ini dingin dan rasanya nggak kotor karena semalam baru mandi, tapi who knows, mana tau nanti malam ga nemu shower kan? Hihi :p

Ngopi habis mandi~ Cuddle Cushion by @holycozy_id (10% discount code : “SHARLOH”)

Kamar mandi di camping ground ini unik deh. Ada timer-nya, jadi air cuma keluar dari shower selama 5 menit. Setelah 5 menit, dia bakal mati selama 2 menit (waiting time gitu). Jadi kami buru-buru mandi selama 5 menit, terus 2 menit itu untuk handukan & pake baju. Terus giliran orang selanjutnya deh. Sebenarnya bisa sih pake kamar mandi lebih dari 7 menit, tapi kalo selama 5 menit pertama  belum selesai bilas-bilas, waduh gawat, harus nunggu 2 menit dengan shampoo & sabun yang masih lengket di badan sebelum airnya mengalir lagi hahaha. Kan ga enak banget tuh. Jadi mending buru-buru deh.

We went to the city today! 😍 Cuma untuk bikin bank account sih (akhirnya selesai juga urusan bank). Tapi sekalian jalan2 di pusat kota Hobart dan sekalian grocery shopping juga. . Tadi kami bikin di NAB. Cukup gampang, cuma butuh passport, visa, dan boarding pass. Mereka butuh boarding pass karena bank accountnya cuma bisa dibuka dalam masa 6 minggu sejak pertama kali sampai di Australia, lebih dari itu kayaknya ribet dehhh. Sekarang tinggal duduk cantik di rumah, ntar debit cardnya dianter~ Sama masih nunggu TFN dianter juga nih (TFN itu seperti NPWP kalo di Indonesia) . Sekarang lagi mulai hunting2 kerjaan, tapi bingung juga yah mau coba lamar kerjaan yang seperti apa, hmm 😅 Masa td aku nemu kerjaan daily dog walking + setrika baju 2x seminggu – dibayar $150 per week. Tapi bukan di TAS. Pdhl aku mauuuuuu dog walking! Kangen Pote 😭 . #WHV #WHVAustralia #WorkAndHolidayVisa #HoneymoonJilid4 #sharontravelogueAustralia

A post shared by Sharon Loh (@sharonlohh) on

Setelah semua siap jalan, kami isi air dulu ke dalam mobil, terus lanjut ke Port Arthur!

Port Arthur Tasmania
Port Arthur

Port Arthur ini menarik lho. Menurut info yang aku dapat saat ikut guided tour disana, dulunya tempat ini nggak sengaja ditemukan oleh orang2 dari Inggris. Terus ternyata disini banyak kayu dan batu bara.

guided tour port arthur
Our guide that day ❤

Long story short, mereka juga memindahkan narapidana di Inggris ke Port Arthur. Tapi ga sembarang nara pidana yang dipindahkan, mereka juga milih yang usianya 18-35 tahun, yang fit, dan produktif untuk dipekerjakan di Port Arthur. Yah, jadilah Port Arthur ini menjadi penjara dan area industri yang sukses.

Penjaranya unik, karena nggak seperti penjara pada umumnya yang ada dinding dan jeruji. Disini, penjaranya ya area ini sendiri. Terbuka. Tapi emang katanya, it’s almost imposible to escape from Port Arthur!

Mereka disuruh kerja, yang hasilnya tidak sesuai target nanti akan dihukum cambuk. Tapi disini ada rumah sakit, jadi setelah dihukum, akan diobati. Begitu terus! Sedih ga sih bayanginnya. Kalau kalian tertarik dengan cerita sejarahnya, coba deh baca2 di website mereka https://portarthur.org.au/history/.

Sekarang, tempat ini berubah jadi museum. It is in fact one of Australia’s most important heritage destinations.

Look how pretty this place is!

Areanya luas banget! Disana ada bangunan2 tua bekas jaman dulu, termasuk asylum, gereja, rumah sang komandan, dll. Kami masuk ke asylum-nya karena penasaran dan melihat gimana sempitnya kamar disana, gelap pula. Yang dihukum disana pasti gampang untuk depresi sih. Ada ruangan hukuman jg, yang benar2 gelap gulita ga kelihatan apa2 kalau kita disana, dan katanya ga boleh bersuara kalau lagi dihukum.

@danielwellington 15% discount code : SHARONLOHH
@danielwellington 15% discount code : SHARONLOHH
NEW COLLECTION : Classic Roselyn

Selesai jalan-jalan di area Port Arthur, kami melanjutkan perjalanan ke tempat istirahat terdekat. Nyari spot ini di app WikiCamp, jadi bisa cari spot untuk camping, spot yang ada toilet, ada BBQ pit, dll. Kali ini, kami cuma cari spot terdekat yang ada toilet dan pemandangan.

Dan sampailah di pinggir danau ini!

Spot makan siang hari itu

Cuci piring dulu neng
Yellow Cuddle Cushion by @holycozy_id (10% discount code : “SHARLOH”)

Cukup lama sih kami disini. Sempet makan siang, ngopi-ngopi, ngobrol2, sebelum akhirnya pindah ke camping ground selanjutnya : Tasman National Park. Jalanan menuju Tasman National Park…… jelek sekali. Ga beraspal dan kami deg2an, takut mobil rental ini kenapa2! Dan ternyata tempatnya pun masih “liar”, bukan tempat yang cocok dengan kriteria tempat parkir kami, hehehe *anak manja*

Yah, cerita tentang Tasman National Park berlanjut aja ah!

Until the next post! 

* * *

Life update : udah dapat calon kerjaan nih!!!!
Selasa nanti mau ketemu ownernya, wish me luck!

* * *

sharonloh

 

Iklan

2 pemikiran pada “Roadtrip Tasmania #2 – Port Arthur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s