My Pregnancy Journey – Trimester 1 

Aaah! Gimana ya ceritain ini dari awal? 

Jadi ceritanya, kami memang berencana untuk punya anak setelah settle down di Bali. Dari sejak awal menikah di tahun 2017 kami memang menggunakan kontrasepsi karena belum siap aja. Masih pingin honeymoon, masih pingin main-main dan tentu masih penyesuaian lah ya hidup berdua itu gimana. 

Aku bersyukur sih timingnya lumayan pas dan saat sekarang sudah hamil, rasanya seperti nggak ada penyesalan “duh belum begini, duh belum begitu”. Sebelum hamil, masih sempat jalan2, terus WHV di Australia, masih sempet merintis bisnis juga sampai agak settle dan nggak terlalu was-was lagi. Sampai akhirnya covid melanda & aku pun hamil.

Sekarang aku udah di Trimester 3, jadi mari kita flashback sedikit~

How We Found Out

Jadwal menstruasi aku tuh menstruasi super duper teratur. Siklusnya selalu between 28-30 days. Tapi jujur aja, semenjak pindah ke Bali, aku jadi deg2an tiap kali mendekati tanggal mens. 

Awal-awal sih aku agak parno ya pas ternyata mens, loh kok gak hamil? Jangan2 aku gak subur??!! Padahal baru beberapa bulan mencoba hihi. Sampai akhirnya udah masa bodo amat & nggak terlalu mikirin lagi. 

Yaaa, setengah2 berharap mens tapi setengah berharap nggak mens juga gitu deh, hahaha. Karena awal tahun kemarin tuh lagi seru2nya main-main, baru belajar surfing juga 2 kali dan masih pingin belajar lebih lanjut lagi. Tapi ternyata…. baby datang lebih cepat daripada dugaanku. 

Aku test pack itu 17 April 2021 dan ada 2 garis yang meragukan sekaliiii. Satu garis jelas, satunya lagi buram seburam2nya. Tapi udah keburu seneng dan terharu nih. Sampe akhirnya besoknya aku test lagi dan memang garisnya jadi jelas. Aaaaa~

Tadinya pingin ngasih tau keluarga pas udah ke dokter aja dan ada USGnya. Tapi mulut ember & gatal ini gak bisa tahan, pas testpack hari pertama yang buram aja langsung pengumuman di grup keluarga hahaha. Maklum.  

Nah, saat udah testpack ke-2, kami langsung kepikiran buat cek ke tenaga profesional, untuk memastikan apakah beneran hamil atau bukan? Nah, weekend itu akhirnya kami kontrol ke Bumi Sehat, sekalian staycation di Ubud. Buat yang belum tau, Bumi Sehat ini adalah gentle birthing non-profit organization di Indonesia dan Filipina. Mereka membantu proses kehamilan dan persalinan ibu-ibu agar lancar dan minim trauma. Dan tentunya gratis (donation based). 

Saat ke Bumi Sehat, wah kami senang sekali. Tempatnya sejuk, asri. Nggak berasa ada hawa-hawa klinik atau rumah sakit. 

Ruang tunggu di Bumi Sehat, Ubud

Bidannya pun baik-baik dan lemah lembut. Kami bahkan dikasih multivitamin Blackmores – gratis! Tentu kami donasi ya, disclaimer dulu.

Nah, para bidan menjelaskan, kalau di Bumi Sehat memang tidak bisa USG karena tidak ada dokter, hanya ada para bidan. Jadi kalau mau USG harus ke tempat lain. Nah, Bumi Sehat merekomendasikan Dr Hariyasa Sanjaya di Denpasar, karena dokter Hariyasa juga memiliki pedoman dan kepercayaan yang sama dengan Bumi Sehat, yaitu bagaimana caranya agar kehamilan dan persalinan itu senatural dan se-gentle mungkin. Dr Hariyasa juga seorang Ketua Asosiasi Waterbirth Indonesia. Jadi katanya, hanya di dokter Hariyasa lah kita bisa melakukan waterbirth di Bali. 

Tapi karena aku gak punya impian harus lahiran kayak apa, jadi sepertinya aku lahiran normal biasa aja ngak papa. Yang penting lancar & sehat semua. 

Akhirnya aku bikin appointment untuk kontrol dengan Dr Hariyasa di kliniknya Kasih Medika tanggal 29 April 2021. 

Dan memang, pembawaannya santai sekali dan tidak bikin cemas. Penjelasannya pun runut dan lemah lembut. Made us feel at ease. Walaupun waktu konsultasi dibatasi 15 menit per pasien, tetapi kami merasa 15 menit itu sudah lebih dari cukup karena semua yang ingin kami tanyakan bisa kami sampaikan via Whatsapp dan akan dijawab oleh tim bidan Kasih Medika yang baik-baik sekali. Somehow, aku merasa lebih secure & nyaman di Kasih Medika dibanding di Bumi Sehat. Karena ada USGnya juga sih. Dan kliniknya pun nggak jauh dari rumah, hanya 20 menit. Dibanding kalau ke Bumi Sehat harus ke Ubud dulu 45 menit. Jadi, sejak pertemuan pertama dengan Dr Hariyasa, aku bilang ke Fred : “Aku mau kesini aja terus sampai lahiran”.

Selfie pas ngantri di Kasih Medika, wkwk.

USG pertama gimana rasanya? 

Awalnya agak deg2an ya, karena sempat baca-baca katanya kehamilan awal itu bisa saja false pregnancy. Bisa saja ternyata janin tidak bertumbuh di dalam lahir namun di luar. Dan aku juga sempat ditanya apakah ada keluarga yang kembar? Tanteku dari pihak papa, kembar identik. Jadi lumayan deg2an juga. Semoga anakku nggak kembar ya, aku gak siap.

Dan…. begitu di USG pertama kalinya, aaaa terharu! 

Dokternya langsung teriak : “Selamat!! Benar positif hamil dengan kehamilan tunggal dan normal di dalam rahim.” 

USG bulan pertama

Foto babynya masih super kecil kayak titik but she’s there ❤ 

USG bulan kedua

 

USG bulan ketiga. Hello litte one ❤

Gejala Saat Trimester 1

Setelah itu kami rutin kontrol sebulan sekali. Trimester 1 ku (3 bulan awal kehamilan) bisa dibilang cukup normal. Aku cuma mual beberapa kali dan muntah 2 kali. Tapi selalu ada nafsu makan dan makanku pun banyak. 

Gejala saat trimester 1 : badan terasa lebih hangat, cepet banget capek, lebih gampang ngos2an, kadang eneg, muntah 2 kali. Dan ini yang paling aneh, kalo gosok gigi aku selalu pingin muntah!! Sampe sekarang pun gitu. Semoga aja pas lahiran, gak keterusan ya gosok gigi begini. 

Oh!! Dan pas trimester 1 ini aku malesss banget masak. Jadi sering gofood sampai akhirnya eneg sendiri. 

Gimana rasanya hamil saat covid?

Surprisingly, biasa aja! Malah sepertinya ini timing yang pas untukku ya. Karena toh ga terlalu bisa kemana-mana dan memang aku jadi malas kemana-mana sih karena gampang lelah. Dan hamil di Bali juga sejauh ini menyenangkan. Masih bisa ke pantai, ke cafe, masih bisa cobain archery hihihi. Jadi bawaannya nggak stress gitu. 

Fred & teman2 naik gunung Batur pas aku hamil awal2. Ga bisa ikut dehh hiks.
Ikut foto dari penginapan aja, hahaha.
Sempat belajar Archery juga (lupa deh ini pas hamil minggu ke berapa ya?), tapi ternyata aku gak gitu suka, bosen lama-lama. Si Rudi tuh yang jago banget!

Begitu deh kira2. Sejauh ini kehamilanku lancar & no drama sampai trimester 3. Doakan lancar sampai lahiran yaa. 

Nanti aku update lagi cerita Trimester 2 dan Trimester 3! Hihi. 

4 Komentar

  1. Aku sampai mundur ke postingan ini bacain cerita kamu hamil. Selamat ya Sharon, semoga sehat sehat terus kamu dan baby dan lancar semua proses sampai persalinan selesai

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s